Hari yang sekarat.
Saya diciptakan terlalu penuh ke indra an. Sedikit rangsang dari luar membuat tubuh saya bekerja amat extra untuk menanggapinya. Apapun rangsangan itu, dan bila rangsangan yang ada menyakiti organ organ saya, bodohnya indra saya tetap bekerja extra untuk menanggapi rangsang itu. Tidak menenangkan, malah membuat saya, sekitar saya, hingga hari hari saya menjadi sekarat.
Sekarat itu bukan sakit, tapi perasaan ingin bertahan hidup di ambang kematian. Sekacau itulah saya, pada hari hari sekarat saya.
Merapatkan diri pada hal hal pribadi, menikmati kesenangan kesenangan egois, menyingkir dari komunitas, mencari nafas di hari yang sekarat.
Bukan bagaimana mencegahnya, tapi bagaimana mengobatinya.
Saya kapok













25 June 2009 21:46
nGgk maTi aJaa sekaLiaan... ??
26 June 2009 09:40
nggakkkkkk!!uwh