Ada yang tahu, danasmara itu apa-siapa?
cerita dulu..
suka wayang kulit atau tidak? atau setidaknya cerita wayang...atau epik mahabharata atau ramayana... ada lho bukunya, gak perlu suka wayang dan bisa bahasa jawa untuk mengenal cerita pewayangan. tetapi, suka atau tidak suka, pasti pernah mendengar nama Arjuna. Arjuna ini tokoh pewayangan yang cukup terkenal. sering dikenal juga dengan nama Permadi atau Janaka. Tidak cuma itu, Arjuna punya dasanama yang banyak sekali. dan setiap nama mempunyai arti yang mewakili watak atau sifat Arjuna. Salah satunya adalah nama Danasmara. Kalau anda gugling kata danasmara, biasanya anda tidak akan menemukan hasil yang diinginkan. Kalau ingin gugling kata danasmara, coba disertai dengan kata arjuna. Hasilnya pasti akan cocok dengan yang sedang saya bahas sekarang.
Danasmara adalah julukan yang diberikan kepada Arjuna karena dia seorang perayu ulung. Arjuna adalah orang yang suka dan mudah jatuh cinta. Ia seorang yang mudah membagi-bagikan kata cintanya. Sampai di sini, sudah sedikit menangkap apa dan siapa danasmara itu.
ada danasmara satu lagi yang menyangkut hidup saya. Inti yang ingin saya ceritakan di postingan ini. Danasmara yang ini berupa komunitas. Ada satu buku tentang komunitas Danasmara ini, menarik--setidaknya untuk saya.
itu cover bukunya, sederhana sekali, tapi isinya dikarang oleh sekitar 45 orang dengan gaya bahasa berbeda-beda tapi dengan isi tulisan yang sangat mendalam. Tentang panggilan hidup seorang manusia. Kata para yesuit, "memang penting mewujudkan apa yang menjadi impian hidup kita, tapi jangan lupa juga untuk bertanya pada-Nya;Tuhan, apa yang Engkau kehendaki dari padaku" begitu....
Komunitas saya ini dulu berdomisili di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, PO BOX 103. Ini komunitas untuk pendidikan calon imam (pastur di agama katolik) setingkat SMA. Awal masuk ke komunitas ini (tingkat 0) kita ber-73 anak. 3 tahun kemudian (tingkat 2 akhir), tinggal 25 anak yang meneruskan ke tingkat 3. Ini adalah komunitas yang sering memberikan perpisahan, kadang tangisan. Di komunitas ini kami belajar mengenal panggilan Tuhan khususnya panggilan untuk hidup selibat. Tapi di tengah perjalanan, tidak ditutup kemungkinan bagi teman-teman yang merasa memiliki panggilan hidup yang lain seperti menjadi awam berkeluarga. Perbedaan panggilan hidup bukan menjadi hal yang memisahkan persaudaraan dalam komunitas kami.
kembali ke kata Danasmara. Kenapa komunitas kami memilih memakai kata Danasmara???
Balas Cinta Bagi Sesama
Tiada yang sempurna hidup dalam dunia
semua akan musna tak berharga
akankah ulang lagi segala nikmat dunia
tlah kucari tak kudapati
Sejak kau sertaku ku mengenal cinta
kurasa bahagia di dalam kasih-Mu
kusiap Tuhanku menjadi pelayanmu
Balas Cinta Bagi Sesama
Terasa amat berat tinggalkan harta benda
segala kumiliki di dunia
tetapi tak kurasa bahagia dalam jiwa
aku rindu kau di sampingku
kudengar bisikan Mu sembuhkan hati luka
nama Mu kan kuukir dalam kalbu
jadikan aku alat pewarta suka cita
ini aku utuslah aku
melalui berbagai diskusi, perdebatan, refleksi bersama. kami menemukan bahwa sesuatu yang mengikat kami bersama secara emosional, satu-satunya hal yang menjadi identitas kami bersama, menjadi visi misi hidup kami: adalah tentang cinta. menjadi orang yang pantas untuk mencintai dan dicintai.
semangat mencintai ini yang kami ciptakan dan kami jadikan sandaran dalam berprinsip hidup. dapatnya cuma-cuma, baginya suka-suka, seperti itulah cinta untuk kami. Kami akan senantiasa membagi cinta kami untuk sesama. kenapa danasmara? hanya karena kami suka berbagi cinta, membalas cinta... meski kami tidak perayu ulung...tapi kami rela membagi cinta untuk siapapun manusia.
Itu semangat awal komunitas kami.
*saat merindukan kalian... setelah kaul skolastik di girisonta, 24 juni 2009













No Comments
Leave a Reply
monggo silahkan menggonggong