07 July 2009

nila setitik rusak susu sebelanga

hanya paradigma..

mungkin seperti itulah kepercayaan manusia terhadap manusia yang lain diperlakukan. "nila setitik rusak susu sebelanga". kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun, kepercayaan yang dibentuk baru-baru saja, kepercayaan yang dibangun dengan harapan besar, kepercayaan yang diberikan kepada orang yang paling disayangi....dapat hancur seketika, hanya karena sebuah nila setitik.
di kampus saya, sebut saja kampus x (yang sudah tahu ya pura-pura tidak tahu saja), mulai sekitar 1 bulan yang lalu, diberlakukan sebuah peraturan baru (yang menurut saya related dengan masalah kepercayaan). kampus saya memiliki bengkel kerja untuk kuliah praktek. di situ terdapat material-material untuk diproses dalam industri. dulu, bengkel saya buka sejak jam 6 pagi (pokoknya pagi lah). dan mahasiswa yang datang pagi bisa melakukan aktivitas punching (mencatatkan jam datang pada kartu hadir--letaknya mesin punching di dalam bengkel) dan sekedar beres-beres pakaian dan menyiapkan pakaian praktek di bengkel. TETAPI, peraturan yang baru (ada banyak peraturan, tapi ada peraturan yang gak saya sukai satu saja) memberlakukan jam tujuh kurang seperempat untuk membuka pintu bengkel. hal ini berarti= mahasiswa yang hadir lebih awal harus menunggu sampai jam sekian untuk mendaftarkan jam kehadiran. padahal mahasiswa yang melakukan punching clock tidak hanya mahasiswa yang praktek, tetapi juga mahasiswa yang sedang menjalani kuliah teori.
selidik selidik sedikit, ternyata alasan peraturan ini diberlakukan adalah karena sering hilang nya material-material di dalam bengkel, tanpa alasan jelas. hal ini menjurus ke arah ----mungkin ada yang MENCURI. maka dari itu bengkel dibuka dengan jam yang cukup ketat dan terawasi dengan tepat.
beberapa hari yang lalu saya juga ngobrol dengan seorang staf HRD di kampus saya. beliau hanya menanggapi peraturan dan keluhan-keluhan saya dengan berkata : "ya seperti inilah jika manusia bermain-main dengan rasa kepercayaan yang sudah diberikan, hasilnya akan menyulitkan banyak orang"

saya hanya manggut-manggut...

nila setitik, rusak susu sebelanga.

forgive but not forgotten
ada teman yang pernah curhat tentang cowoknya yang kurang perhatian dengannya. pernah bahkan sampai 1 minggu tidak memberi kabar, jarang telepon, sms hanya kalau disms duluan. tetapi, mereka saling mencintai...(kata dia)
dan yang paling parah lagi, sang cowok ternyata orang nya protektip sekali. kurang percaya terhadap cinta yang mereka jalin bersama dengan terlalu mengekang. mengekang tapi tidak memberi perhatian. coba bayangkan bagaimana rasanya menjadi sang cewek..
tapi cinta...membutakan mungkin.
hingga pada suatu saat semuanya memuncak. sang cewek menjadi emosi dan marah karena diperlakukan seperti itu. merasa menjadi pacar yang tidak bisa dipercaya hingga terlalu dikekang. sakit rasanya, dianggap tidak bisa dipercaya.
diskusi..diskusi... akhirnya masalah terselesaikan. saling memaafkan akan kekurangan.

satu hari yang lalu, si cewek masih cerita, bahwa dia tidak bisa melupakan diperlakukan seperti itu dulu. dia memang memaafkan tetapi tidak dapat melupakan.

kepercayaan yang diberikan setengah-setengah ternyata melahirkan rasa kepercayaan yang setengah juga dari orang yang dipercaya. bahkan belum diberi nila setitik, sudah sangat rapuh sekali.

tentang kepercayaan, kekecewaan karena kepercayaan, meski dimaafkan---sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dilupakan.

bagaimana kepercayaan seharusnya dibangun/
kalau untuk saya; kepercayaan dibangun dengan dasar untuk saling memampukan kedua belah pihak. karena menjadi orang yang mempercayai dan dipercayai, kedua pihak menjadi semakin berkembang dan terkungkung hanya pada hal yang sama. kepercayaan yang diberikan mampu menjadi benih untuk membuat manusia berkembang.

untuk sebuah pengkhianatan, walaupun hanya setitik nila, tapi akan bisa merusak susu sebelanga. jika tidak dibumbui perasaan yang kuat seperti rasa cinta, iman dan pengharapan...pengkhianatan akan menghancurkan seluruh kepercayaan yang ada.

tapi mencoba mempercayai orang KEMBALI, berarti membuka diri kita untuk bisa dipercaya orang KEMBALI pula.

-mungkin-

2 komentar:

hanida said...

yupz...klu g diberi kepercayaan emang bs jd kecewa...

m i t h a midut said...

hahaha indra aku banget nich ndra emang kekecewaan itu bisa bikin semua kepercayaan hilang. . .susah nya membangun sebuah kepercayaan. . .

Post a Comment

monggo silahkan menggonggong