Diantara pilihan-pilihan!

Written By indrahuazumenggonggong On 09 August 2009


Setiap orang diberi pilihan dalam hidup. Jadi ingat salah satu teman SMA saya di magelang, dia suka sekali dengan kata-kata "memilih" ini. Dia selalu mengatakan dan menyatakan di depan teman-teman : "pilihan-pilihan kecil membawa ke pilihan-pilihan besar dalam hidupmu!". Dan entah kenapa, kata-kata ini meresap sungguh di dalam benak saya. Dan lama kelamaan menjadi doktrin dalam hidup saya. Doktrinnya menjadikan saya berpikir "hati-hati milih apapun, karena pilihanmu hari ini akan berpengaruh di pilihanmu besok2". Hahaha.. menjadi sedikit lucu, bagaimana tidak? Karena setiap apa yang saya lakukan, saya pikir hingga jauh sekali ke depan. Padahal apa yang ada di depan saya sendiri pun belum sepenuhya menampilkan kejelasan.
Tapi menarik, berpikir tentang memilih. Setiap hari kan kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Tapi, kadang kita tidak menyadari kalau kita diberi pilihan-pilihan, kadang kita menyadari saat kita merasakan ada yang salah pada pilihan kita. Contoh: kita selalu diberi pilihan, akan bangun pagi atau bangun agak siang. Jika kita memilih bangun siang, lalu kita berangkat ke kampus atau tempat kerja, tiba-tiba di jalan ban motor kita kempes....anda akan merasa menyesal tidak memilih untuk bangun lebih pagi tadi. Betapa hidup kita sangat terikat pilihan-pilihan kecil.
Lagi yang menarik, bahwa ternyata ada beberapa orang di sekitar kita yang memperhatikan pilihan-pilihan kecil hidup kita. Hingga akhirnya orang di sekitar kita tersebut tiba-tiba nge-judge kita sebagai sosok profil manusia tertentu, hanya dengan melihat pilihan kecil harian kita.

Setiap harinya, kita hampir dihadapkan pada hampir 75 pilihan. Dari mulai bangun pagi, hingga kita bangun pagi kembali. Dan pilihan itu membawa kita ke suatu bentuk diri kita, ke suatu attitude diri kita. Bagaimana kita bertindak, berbicara, itu semua ada dalam pilihan kecil kita sehari-hari. Dan tanpa kita sadari, pilihan-pilihan itu membentuk watak dan paradigma kita terhadap dunia. Jadi nantinya, kita melihat dunia dengan kaca mata yang kita bentuk dari pilihan-pilihan kecil kita tadi. Akan dibawa kemana hidup kitapun, juga akan berpijak dari pilihan kita sehari-hari.
Kalo kita sedang terdiam, menatap dua pilihan yang harus kita pilih saat itu juga, sebenarnya kita sudah tau mana yang kita pilih sejak pertama kita melihat pilihan itu. Pilihan kecil di masa lalu kita membentuk paradigma untuk memilih satu pilihan, dan logika atau hati menimbang-nimbang kembali. Tapi tetap saja, yang sudah terbiasa, itulah yang akan kita jalani.

so, hati-hati menentukan PRIORITAS dan PILIHAN mu, meski itu dalam hal kecil sekali pun. Kalo bisa, tentukan lebih awal kemana tujuan hidupmu, supaya pilihan kecilmu searah dengan tujuan hidupmu, bukan sebaliknya tujuan hidupmu terarahkan karena pilihan kecilmu. that's the point



-va dove ti porta il quore-



Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

4 Comments

Leave a Reply

monggo silahkan menggonggong