Sebenarnya saya ke Pacitan sudah tanggal 15-16 Agustus kemaren, tapi baru sempet bikin review-nya sekarang. Saya ke Pacitan bersama teman-teman, waktu itu ber-12 orang (11 orang teman ATMI, 1 orang saudara teman saya yang berdomisili di pacitan). Waktu itu kami pergi ke Pacitan dengan membawa harapan dan syukur atas berakhirnya perkuliahan tingkat 2 di ATMI. Betapa besar rasa ingin menumpahkan segala kelelahan yang ada. Kalau seperti kata Shaggy dog, setelah bekerja keras bagaikan kuda! pergi jauh ke luar kota, lewati desa-desa! hahahaha....
Ini adalah kali ke dua saya datang ke Pacitan, yang pertama ketika merayakan lulusan SMA bersama teman-teman dari SMA PL YOSEP Solo. Rupanya Pacitan menjadi tempat favorit bagi saya untuk merayakan banyak hal.
Kota Pacitan, Nama Pacitan bersalah dari kata Pace (buah pace) yang disebut pertama oleh Raja Mangkubumi yang disembuhkan dari air buah pace saat sakit lumpuh.
1. Pantai Srau

(gambar dari http://www.pacitanweb.com/images/lightbox_foto/pantai-srau.jpg)
Ini adalah pantai yang kami datangi pertama. Tepat pukul 6 sore kami sampai di sana, mendirikan tenda, menyiapkan segala peralatan untuk nge-camp semalam di sana. Yang paling utama adalah menyiapkan kayu bakar untuk api unggun. Api unggun benar-benar tepat untuk dijadikan teman semalam sambil menikmati malam dan bernyanyi bersama. Pantai ini benar-benar tepat untuk dijadikan tempat menginap dipinggir lautan Hindia. Kenapa? 1. tempatnya sepi 2. tempatnya bagus 3. tempatnya jossss...hahahaha. Tapi ada satu kendala, di sini tidak ditemukan tempat untuk mandi, buang air kecil maupun buang air besar. Jadi benar-benar hidup semalam bersandar pada alam!
Malam di sini kami habiskan dengan nyanyian-nyanyian dan makanan-makanan tiada henti. Sungguh menarik!

(gambar dari http://www.pacitanweb.com/images/lightbox_foto/pantai-teleng-ria.jpg)
Pantai Teleng Ria adalah tempat kedua yang kami kunjungi pada pagi hari setelah semalam menginap di Pantai Srau. Kenapa kami memilih tempat ini? Karena pengunjungnya banyak, tempatnya luas sekali, yang jelas kami dapat beramai-ramai menikmati pantai bersama pengunjung yang lainnya. Sayangnya, di tempat ini sedang ada even, jadi ada tarif masuk sebesar 5rb rupiah (tapi, kami ini pintar, kami masuk pantai melalui pelabuhan, kemudian susur pantai, sehingga GRATIS!hahahahaa). Pantai ini rupanya menjadi objek wisata pantai paling digemari di Pacitan, terlihat dengan banyaknya pengunjung terutama pengunjung yang "mbojo" di sana.
3. Persahabatan

(indra, kodok, eph, pelem, kinclonk, oka, ceper, varo, said, memet, opet, hendrik--seng moto)
Hal terakhir ini adalah hal yang paling menarik dari perjalanan kami ke Pacitan. Eksplorasi dan penggalian lebih dalam lagi tentang persahabatan yang kami bangun. Di mana kami bisa saling berbagi dan nguda rasa, membagikan apa yang dimiliki, menerima dengan tangan terbuka apa yang diberi. Tidak perlu menjadi kepompong untuk menjalin persahabatan secantik kupu-kupu. Tidak perlu mengalami metamorfosa untuk menjadi keindahan yang tiada habis. Yang ada di sini adalah memberikan ruang sedikit di dalam hati kita untuk singgah orang-orang di sekitar kita, yang kita sebut dengan sahabat. Gema persahabatan kami dengar dari lagu-lagu yang kami nyanyikan, dari gelak tawa yang kami ciptakan bersama, dari setiap makanan yang kami nikmati bersama. Pacitan itu menjadi saksi persahabatan yang kami jalin. Meskipun, kesempurnaan hanya milik Allah, tapi 1% kesempurnaan-Nya dalam persahabatan kami saja sudah cukup membuat kami mengerti bahwa kami tidak hidup sendiri.
hidup joskavunka.



7 komentar:
PERTAMAXXX...
hmm.. kemaren diriku malah ke pantai di wonogiri,
ngerti Nampu ora?
Peberapa kawan pernah berujar, "in vino veritas", di dalam anggur ada kebenaran. Pesta, perayaan, pertemuan, sukacita, seringkali diidentikkan dengan anggur dan minuman keras. Tak demikian dengan cerita perjalanan yang kutangkap di atas. Kebenaran persahabatan dicecap dengan membuka ruang untuk orang lain yang disebut sahabat.
Membuka ruang untuk orang lain untuk disebut sahabat seringkali sulit karena kita sebenarnya sudah memilih siapa sahabat kita. Salut untuk joskavunka !
(ndi foto Ngudha awak-e hehehe..kok ming ngudha rasa sing disharingke)
nampu? pernah donkkk...haha.. satu kali ke sana waktu tingkat 1 sama cah2 se-kontrakan.
lagi pisan iki lho, cah2 dolan tanpa miras...sangar tenan og..hahaha
buang air besar di laut.. baru pertama kali kan ndrooo... :D:D
ke dua kali len, aku neng pacitan wes ping pindo, ngising terus og
pantainya masih prawan ya mas?
perawan gimana yah, ya nggak sih, orang pacitan uda pada sering kesana, lagian banyak nelayan juga kok.
cuma pantainya terlihat gak terjamah lama aja
Post a Comment
monggo silahkan menggonggong