Baru saja saya menjadi panitia PPS (Pengenalan Program Studi)--semacam OSPEK di kampus saya, PPS untuk ATMI angkatan 42. Menarik sekali PPS kali ini, sudah kedua kalinya saya menjadi panitia PPS, termasuk tahun kemarin. Kenapa menarik? angkatan 42 ini memberikan warna secara nyata dan real di depan kami para panitia bahwa mereka adalah angkatan yang mampu membuang ego masing-masing demi kekompakan 180 mahasiswa angkatan 42.
itu kabar baiknya.
ini kabar yang menyedihkannya--bukan buruk.
Salah satu mahasiswa angkatan 42, baru satu hari mengikuti kegiatan perkuliahan--itupun kuliah umum bersama satu warga kolese, malam harinya meninggal dunia karena kecelakaan. Kecelakaan terjadi di depan hotel Lor-in, yang membuat saya sendiri emosi, kecelakaan ini termasuk dalam kategori tabrak lari.
Memandang dari segi apapun, saya tetap merasa sedih dan sedih. Keterikatan emosi dan batin belum terbentuk antara saya dan almarhum, meskipun saya sudah mengenal ketika saya mendampingi saat PPS. Tapi, tanpa keterikatan-keterikatan personal itupun, saya masih tetap sedih--Bagaimana dengan orang-orang di sekitarnya yang memiliki keterikatan personal? Betapa sedihnya mereka! Dan saya menuntut Gusti Allah, Dia harus benar-benar memiliki rencana indah dibalik semua yang terjadi ini! Harus sebuah rencana indah!
REQUISCAT IN PACE
WILLY KURNIAWAN
seseorang yang saya kenal sebagai pejuang ATMI 42 dengan kekuatan
willingness to do more

pernah seorang teman bertanya kepada teman saya yang merokok rokok kretek : "Kenapa memilih rokok kretek, bukan berfilter, kan lebih sehat!"
jawabnya : "wah, ini sudah termasuk ideologi hidup! merokok kretek kan lebih tidak sehat dari rokok filter, berarti saya lebih cepat mati! Nah, prinsip hidup saya itu "lebih baik saya berumur pendek dan mati cepat meninggalkan kalian, karena saya tidak mau merasakan betapa sedihnya ketika kalian--orang2 di sekitar saya terlebih dahulu mati meninggalkan saya!" "
.....kalau saja kematian tidak diikuti kesedihan, melainkan sukacita....













2 September 2009 16:12
http://mahatmaberkata-kata.blogspot.com/2009/09/samuel-willy-kurniawan.html
2 September 2009 18:05
turut bduka cita
smoga dia dterima di sisi-Nya
tabah bwt yg dtinggalkan
2 September 2009 18:27
ikut berduka cita..
quote terakhirnya keren banget!
3 September 2009 02:00
turut berduka cita...
3 September 2009 02:20
turut berduka cita bro....
kata-kata paling bawah keren..
3 September 2009 02:24
turut berduka cita bro....
kata-kata paling bawah keren..
4 September 2009 22:09
dear Samuel Willy Kurniawan,
Memang km telah pergi, tp tidak pergi untuk selamanya. kita pasti berjumpa lagi, entah kapan. Terimakasih untuk semua kenangan yg telah km tinggalkan di dunia ini, kenangan yg akan sangat sulit untuk dihapuskan. Sampai jumpa di pesta besar yg akan datang. Selamat jalan. WE WILL ALWAYS LOVE YOU!!!
4 September 2009 22:21
amin