
ketika anjing terdiam dari larinya,
mengendus-endus di sekitar pijakan kaki,
ekornya tegang terpancang,
matanya mencari-cari sesuatu
di saat itu lah, dunia ada yang sedang tidak sehati.
di saat itu lah, manusia seharusnya mulai menyadari, mereka tidak pernah sendiri
di saat itu lah, seluruh hewan kasat dan tak kasat mata bergerak mencari anaknya
suatu pagi aku melihat seekor anjing
kulit cokelat hitam menyelimuti tubuhnya
seketika dia terdiam, mengendus, melihat sekitar, ekornya tegak.
seketika itu pula, impianku hilang di depan mata.
apa yang asing untukmu, menjadi tanda untuk ku



2 komentar:
Hmm, nganu...
eh ini puisi ya..?? :mrgreen:
iya mas tyo...hehe
kok gak pernah kumpul bengawan?
Post a Comment
monggo silahkan menggonggong