melahirkan kehidupan

Written By indrahuazumenggonggong On 18 October 2009


hari-hari ini pikiran sedang teralih oleh kata melahirkan. Rasanya sedih, tapi saat sedang menikmati rasa sedih itu, menjadi bingung sendiri, sebenarnya yang saya sedihkan itu siapa dan apa.
Kandungan kakak saya mengalami kegagalan, bayi yang dikandung tidak dapat tumbuh dan membentuk gumpalan daging dan darah. Mendengar kabar itu pertama, saya menjadi bingung. Saya sedih, atau tidak ya? Sedih untuk siapa? Setelah didalami, ternyata saya merasakan kesedihan dalam kerinduan yang mendalam. Kerinduan itu menyimpan harapan kakak saya dan suami kakak saya untuk segera mendapat momongan, kerinduan orang tua saya yang ingin menimang cucu pertama mereka, kerinduan saya dan kakak nomer dua saya untuk mendengar suara kecil "Om" atau "Tante". Kerinduan adanya kehidupan baru di tengah-tengah keluarga kami. Itulah yang saya sedihkan saat ini.

Sabtu-Minggu ini saya ikut week end KMK ATMI di TawangMangu. Yang paling menarik adalah ketika renungan+refleksi hari sabtu malam. Yang direnungkan saat itu adalah tentang kenapa kita ada di dunia ini. Keberadaan kita di dunia ini pasti ditunjang ALASAN dan TUJUAN yang jelas. Renungannya berisi banyak, sedikit intinya: manusia hidup itu ada tujuan dan maksud tersendiri, manusia hidup di tengah-tengah orang yang dicintai, manusia hidup tidak sendiri dengan keegoisan masing-masing, manusia hidup untuk bahagia. Manusia hidup dengan makna yang begitu agung, bahkan seekor cacing pun diciptakan berguna untuk menggemburkan tanah, sebongkah batu dipadatkan untuk menyangga gunung. Apalagi kita manusia yang tercipta dengan segala keunggulan. Pasti ada tujuan unik dibalik ini semua. Dan untuk manusia yang masih merasa sedih dan merasa gagal akan hidupnya, selalu mengeluh akan hidupnya, Tuhan itu memberi jalan dan menciptakan keindahan TEPAT pada waktu-Nya.

Mungkin sekarang belum saat yang tepat bagi-Nya aku memiliki seoerang keponakan, tapi jika saat itu nanti tiba, aku yakin keponakanku tercipta dengan tujuan yang benar-benar mulia di mata-Nya untuk kita.


hidup itu panggung sandiwara, kata kita... coba kita bertanya, sandiwara macam apa yang sedang Ia mainkan kini...

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

One Comment

Leave a Reply

monggo silahkan menggonggong