Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka
Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Bagaimana? tanpa peduli bagaimana nada lagunya, liriknya benar-benar menusuk hati. Tentunya menusuk hati orang yang merasa pernah mengalaminya, mengalami derita cinta. Jadi kembali berpikir, di mana letak keindahan cinta yang didengung-dengungkan para pujangga cinta? Untuk saya pribadi, cinta memang terasa begitu indah, begitu menyejukkan, begitu menenteramkan. Tentu saja, karena saya mengalami cinta yang tidak rumit seperti lirik lagu di atas. TETAPI, orang-orang di sekitar saya ternyata mengalami hal yang berbeda dengan saya. Orang-orang di sekitar saya mengalami yang dinamakan derita cinta, persis seperti yang dituliskan di lirik lagu dilema cinta. Dan tidak hanya satu orang, tapi lebih dari dua orang mengalami hal seperti itu. Bayangkan, cinta yang dipertahankan orang-orang yang tersakiti itu rasanya seperti apa, MASIH INDAHKAH?
Beberapa orang berkata seperti ini; "belum waktunya dan belum jodohnya" . Kalau untuk saya, itu hanya kata-kata hiburan belaka. Jika memang itu alasannya, berarti untuk mengalami keindahan cinta itu orang membutuhkan waktu yang tepat dan jodoh yang tepat. Sekejam itukah cinta?
Mana yang salah? Atau mungkin yang salah adalah cara kita memandang cinta? sehingga keindahan cinta selalu disangkut-pautkan dengan balasan cinta.
cinta, terlalu indah perasaan itu... Perasaan yang indah, seperti itulah kata cinta digambarkan di dalam lirik lagu di atas. Tapi buatku, cinta itu gak butuh waktu. Cinta itu akan menciptakan waktu. Keindahan cinta itu diciptakan melalui kata cinta universal yang dibagikan atas dasar CINTA, bukan atas dasar Harga Diri, Egois, Nafsu, dan Bisnis.

Kata seorang teman lama, keindahan cinta itu didapatkan bukan ketika mendapatkan balasannya, tetapi ketika kita membagikan cinta kita itu sendiri. Berbagi cinta itu melahirkan keindahan



4 komentar:
motto kita: Balas Cinta Bagi Sesama
lha piye? bingung milih sing endi??
ndobel wae Ndra,.
haha
2 org yg mengalami dilema ki sopo ndro??
ku ingin berhijrah.. bawa hati yang kecewa oleh cinta yang durjana mmemecah dara.. masih adakah sinar?
Post a Comment
monggo silahkan menggonggong