Dilema Cinta

Written By indrahuazumenggonggong On 17 November 2009

Cerita menarik lagi di tengah-tengah kehidupan saya. Dan lagi-lagi tentang cinta. Dan lagi-lagi tentang cinta yang menyakitkan. Cerita ini berawal ketika tidak sengaja lagu dilema cinta nya ungu tercopy ke flashdisk saya. Padahal lagu yang saya copy itu lagu-lagu nasionalisme untuk film Atmifest. Dan secara tidak sengaja lagu itu pun terdengar dari komputer ku. Lagu terdengar, serentak komentar pun menggelegar satu per satu. Coba di simak dulu liriknya:


Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka

Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu

Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Bagaimana? tanpa peduli bagaimana nada lagunya, liriknya benar-benar menusuk hati. Tentunya menusuk hati orang yang merasa pernah mengalaminya, mengalami derita cinta. Jadi kembali berpikir, di mana letak keindahan cinta yang didengung-dengungkan para pujangga cinta? Untuk saya pribadi, cinta memang terasa begitu indah, begitu menyejukkan, begitu menenteramkan. Tentu saja, karena saya mengalami cinta yang tidak rumit seperti lirik lagu di atas. TETAPI, orang-orang di sekitar saya ternyata mengalami hal yang berbeda dengan saya. Orang-orang di sekitar saya mengalami yang dinamakan derita cinta, persis seperti yang dituliskan di lirik lagu dilema cinta. Dan tidak hanya satu orang, tapi lebih dari dua orang mengalami hal seperti itu. Bayangkan, cinta yang dipertahankan orang-orang yang tersakiti itu rasanya seperti apa, MASIH INDAHKAH?
Beberapa orang berkata seperti ini; "belum waktunya dan belum jodohnya" . Kalau untuk saya, itu hanya kata-kata hiburan belaka. Jika memang itu alasannya, berarti untuk mengalami keindahan cinta itu orang membutuhkan waktu yang tepat dan jodoh yang tepat. Sekejam itukah cinta?
Mana yang salah? Atau mungkin yang salah adalah cara kita memandang cinta? sehingga keindahan cinta selalu disangkut-pautkan dengan balasan cinta.
cinta, terlalu indah perasaan itu... Perasaan yang indah, seperti itulah kata cinta digambarkan di dalam lirik lagu di atas. Tapi buatku, cinta itu gak butuh waktu. Cinta itu akan menciptakan waktu. Keindahan cinta itu diciptakan melalui kata cinta universal yang dibagikan atas dasar CINTA, bukan atas dasar Harga Diri, Egois, Nafsu, dan Bisnis.
Kata seorang teman lama, keindahan cinta itu didapatkan bukan ketika mendapatkan balasannya, tetapi ketika kita membagikan cinta kita itu sendiri. Berbagi cinta itu melahirkan keindahan

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

3 Comments

Leave a Reply

monggo silahkan menggonggong