Akhir-akhir ini, kata-kata 'teman makan teman' sering terlontar di pembicaraan di sekitar saya. Di antara guyonan teman-teman, selalu muncul kata-kata itu. Tanya kenapa???
kata-kata itu muncul diikuti dengan boomingnya lagu dangdut teman makan teman di kontrakan saya, kemudian meluas di kampus saya. Seperti ini lirik lagunya
Teman Makan Teman
Pernah aku melihat kau dengan pacarku
Tapi tak curiga ku kira berteman saja
Setelah aku tahu kau kencan dengannya
Ku tak mau lagi terus berteman denganmu
Teman makan teman
Untung ketauan
Gak punya pikiran
Teman jadi selingkuhan
Teman makan teman
Gak tau aturan
Gak punya perasaan
Benar benar keterlaluan
Setelah aku tahu kau kencan dengannya
Ku tak mau lagi terus berteman denganmu
engkau sungguh terlalu dan tak tahu malu
Merebut pacarku meski kau teman baikku
Teman makan teman
Untung ketauan
Gak punya pikiran
Teman jadi selingkuhan
Teman makan teman
Gak tau aturan
Gak punya perasaan
Benar benar keterlaluan
Lagu itu menjadi booming dan hampir setiap jam diputar di kontrakan saya, dan saat lagu itu terdengar, kontan saja semua ikut menyanyi sambil tertawa, Tanya kenapa???
Sulit untuk membahasnya, memberi komentar akan perilaku-perilaku manusia. Mau dikomentari seperti apapun akan tetap mental karena orang berpikir dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Apalagi jika menyangkut masalah perasaan, tidak ada yang MAU disalahkan.
Tanya kenapa?? saya mempertanyakan ini. Karena sudah kesekian kali peristiwa seperti ini mampir di hidup saya, dan meski sudah kesekian-kesekian kali, rasanya tetap tidak menyenangkan, padahal saya bukan menjadi aktor utama atau korban utama lebih tepatnya, tapi rasa sakitnya mbleber kemana-mana juga ternyata.

ku ajak kau melayang tinggi
dan ku hempaskan ke bumi
ku mainkan sesuka hati
lalu kau ku tinggal pergi
*kata Maliq & D'Essentials "buka mata hati telinga, sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta.."
Kalau cinta menjadi alasan manusia untuk "memakan" teman, untuk menyakiti orang lain, untuk tidak peduli pada perasaan orang lain, bahkan untuk mengorbankan persahabatan, diingat saja bahwa masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta.



0 komentar:
Post a Comment
monggo silahkan menggonggong