Tuhan baik bagi kita semua...
saya renungi kata-kata itu cuma sekitar 10 menit ketika Pastor berkhotbah saat misa malam Natal di Gereja St. Pius X Karanganyar. 10 menit mendapat apa? 10 menit saya gunakan untuk mengambang di alam pikiran (melamun), kemudian mulai membayangkan macam-macam tentang rencana hidup, dan pada menit-menit terakhir baru teringat kembali tentang Dia yang baik bagiku.
Kenapa selalu begitu pada hidup saya, dari sekian jam yang diberikan oleh-Nya, aku menggunakan hampir seluruhnya untuk kepentinganku, untuk fantasiku, untuk mimpi-mimpiku. Dan pada bagian kecil waktu hidupku baru aku sempat teringat tentang-Nya. Betapa egois. Dan lebih ironis kembali, setiap tahun saya selalu didengungkan dengan Natal yang melambangkan kecintaan-Nya pada saya. Setiap tahun seperti itu, selalu menyesal, dan kemudian kembali diulangi lagi. Yang menjadi pertanyaan untuk saya sekarang, apakah Natal di tahun depan saya akan menyesali ini kembali? Kalau saya memang manusia dan bukan keledai seharusnya tidak akan saya ulangi kembali.
Apa andil-Nya dalam hidup saya, sehingga saya harus benar-benar memperhatikan-Nya? Pertanyaan bodoh sebenarnya, jika memang saya seorang beragama seharusnya saya sudah tau benar jawaban dari pertanyaan itu. Dia yang PRIMA CAUSA, segala sebab atas apa yang ada di muka bumi ini. Tapi kadang saya itu kurang peka, tidak pernah mau mengerti bahwa yang saya miliki adalah anugerah.
Semenjak tercebur di kawah candradimuka kemudian terlepas dari sana, saya seakan lepas dari diri Nya. Seakan tidak membutuhkan Nya.
Ah, Natal tahun ini, saya banyak permintaan, banyak penyesalan, banyak harapan. Tuhan, terimakasih sudah baik dengan saya.
Selamat Natal 2009 bagi anda yang merayakan.
saya renungi kata-kata itu cuma sekitar 10 menit ketika Pastor berkhotbah saat misa malam Natal di Gereja St. Pius X Karanganyar. 10 menit mendapat apa? 10 menit saya gunakan untuk mengambang di alam pikiran (melamun), kemudian mulai membayangkan macam-macam tentang rencana hidup, dan pada menit-menit terakhir baru teringat kembali tentang Dia yang baik bagiku.
Kenapa selalu begitu pada hidup saya, dari sekian jam yang diberikan oleh-Nya, aku menggunakan hampir seluruhnya untuk kepentinganku, untuk fantasiku, untuk mimpi-mimpiku. Dan pada bagian kecil waktu hidupku baru aku sempat teringat tentang-Nya. Betapa egois. Dan lebih ironis kembali, setiap tahun saya selalu didengungkan dengan Natal yang melambangkan kecintaan-Nya pada saya. Setiap tahun seperti itu, selalu menyesal, dan kemudian kembali diulangi lagi. Yang menjadi pertanyaan untuk saya sekarang, apakah Natal di tahun depan saya akan menyesali ini kembali? Kalau saya memang manusia dan bukan keledai seharusnya tidak akan saya ulangi kembali.
Apa andil-Nya dalam hidup saya, sehingga saya harus benar-benar memperhatikan-Nya? Pertanyaan bodoh sebenarnya, jika memang saya seorang beragama seharusnya saya sudah tau benar jawaban dari pertanyaan itu. Dia yang PRIMA CAUSA, segala sebab atas apa yang ada di muka bumi ini. Tapi kadang saya itu kurang peka, tidak pernah mau mengerti bahwa yang saya miliki adalah anugerah.
Semenjak tercebur di kawah candradimuka kemudian terlepas dari sana, saya seakan lepas dari diri Nya. Seakan tidak membutuhkan Nya.
Ah, Natal tahun ini, saya banyak permintaan, banyak penyesalan, banyak harapan. Tuhan, terimakasih sudah baik dengan saya.
Selamat Natal 2009 bagi anda yang merayakan.













No Comments
Leave a Reply
monggo silahkan menggonggong