20 March 2009

kurang

memang setiap manusia ada kurangnya, ato nggak? ato setiap manusia itu sempurna tanpa salah(disini yang dimaksud bukan sempurna ying-yang, namun sempurna tanpa cacat dan kesalahan).
karena aku masih selalu merasa ada yang salah dengan diriku. hingga orang memperlakukan aku dengan tatapan bahwa aku bersalah. hingga tiap orang tanpa segan menyakiti hati, hingga tiap orang tanpa segan membuat aku menjadi merasa tidak seperti apa pun.
bukannya memang dari setiap manusia itu selalu ada yang kurang?bukannya itu wajar, tinggal bagaimana kita meminimalisirnya. tinggal bagaimana orang di sekitar kita-yang mencintai dan peduli pada kita- mampu menyesuaikan diri dengan kita. tidak selalu dan serta merta menonjolkan kekurangan kita untuk dijadikan pembenaran akan perbuatan yang menyakiti hati kita. bukannya begitu?
bukan...bukan...
gak tau...

19 March 2009

bangun tresno

membangun cinta. jika cinta diandaikan seperti sebuah bangunan, maka cinta bisa dibangun. dari dasar tanah hingga jadi gedung pencakar langit yang tinggi....jadi bangunan yang kokoh dan kuat.
tapi apa iya, cinta itu seperti bangunan?muncul dari ketiadaan...dari benar2 dasar tanah?
kalau cinta bisa dibangun, berarti kita juga bisa membenahi cinta, seperti kita merenovasi rumah. jika ada sesuatu yang buruk, bisa kita cat ulang, kita atur sedemikian rupa hingga tampak indah lagi. tapi apa cinta bisa? cinta yang punya rasa sakit atau bosan, apa bisa di renovasi ulang kembali? kalau memang bisa, berarti memang cinta bisa dibangun...
indah sekali bukan sebuah cinta itu kalau begitu.. sgla kekurangan dalam cinta dapat direnovasi ulang....

tapi, kalau cinta dapat dibangun, seperti sebuah bangunan...berarti cinta juga bisa dihancurkan, dan diatas puingnya di bangun cinta yang lain lagi....

padahal cintaku abadi, kemana cinta kalau menjadi puing?

bisakah kita membangun cinta?
aku tidak bisa, cinta ku untuk mu adalah anugerah langsung dari Nya

18 March 2009

thx

makasih TUHAN

membalas

membalas budi. budi itu apa? apa budi itu sama dengan perbuatan baik. apa budi itu sama dengan jasa baik. kenapa mesti di balas?
gara2 budi harus dibalas, dendam menjadi ikut2 minta balasan. perbuatan baik kok minta balasan, bukannya malah menjadikan perbuatan tidak baik.
coba dunia ini tidak pernah mengerti dan memiliki kata "balas".
seseorang melakukan, memberikan atau apapun itu, kepada seseorang tanpa embel2 kata "balas".
lakukan itu karena kamu ingin melakukannya, karena memang itu pilihan mu dan karena itu yang kamu lakukan, tanpa alasan lain selain hatimu menghendaki
bullshit dengan kata2 "aku mencintai mu karena kamu mencintai aku". seharus nya tanpa kamu cintai, aku sudah mencintai mu.
kata membalas hanya seperti mengotak2kan milik. ini milikku dulu, kamu merasakannya, maka balaslah aku sedikit dari milikmu.
coba dunia tidak mengenal kata balas, aku tidak akan lama menanti, balasan sms mu, aku hanya akan menanti sms yang datang darimu karena memang kamu berkehendak mengirim sms padaku.
coba dunia tidak mengenal kata balas. aku tidak akan membalas cinta Tuhan, tapi aku akan mencintai-Nya karena memang aku berkehendak mencintai-Nya.

Tuhan, Kamu baca tulisan ini kan?

17 March 2009

menjadi

menjadi nyamuk.
menjadi orang yang mendengung2 di sekitar telinga manusia2, tapi tidak ada seorang pun yang menggubris dengungan kita. mereka hanya menggubris eksistensi kita. berpikir sekeras-kerasnya supaya kita segera hilang dari komunitas. supaya kita lenyap dari lingkungan.
menciptakan berbagai macam peralatan anti kita. berbagai macam peralatan untuk membantai kita. menjadi nyamuk dalam kehidupan sosial kita.

atau menjadi obat nyamuk?
kita menghilangkan persoalan yang ada. setiap problem yang muncul selalu berusaha kita atasi. tapi keberadaan kita yang tidak pernah dianggap lebih. hanya kegunaan kita, tapi kita secara pribadi sama sekali tidak mendapat perhatian publik.

jaman sekarang, paling mulia menjadi handphone.
kita hilang dari pandangan, semua orang sudah bingung mencari. kita berdering sedikit, semua orang sudah menghampiri, kita hampir mati, semua orang sibuk menghidupkan. hahaha
jaman apa ini?
manusia menghilang aja kadang tidak ada yang mencari. manusia bicara aja kadang tidak ada yang mendengarkan, apa perlu manusia mati di hadapan manusia lain, supaya ada perhatian yang muncul?
nyamuk aja, pengen jadi handphone mungkin

Don't Write Me Off-Hugh Grant

It’s never been easy for me
To find words to go along, with a melody
But this time there’s actually something, on my mind
So please forgive these few brief awkward lines

Since I’ve met you, my whole life has changed
It’s not just my furniture, you’ve rearranged
I was living in the past, but somehow you’ve brought me back
And I haven’t felt like this since before Frankie said relax

And while I know, based on my track record
I might not seem like the safest bet
All I’m asking you, is don’t write me off, just yet

For years I’ve been telling myself, the same old story
That I’m happy to live off my so called, former glories
But you’ve given me a reason, to take another chance
Now I need you, despite the fact, that you’ve killed all my plants

And though I know, I’ve already blown more chances
Than anyone should ever get
All I’m asking you, is don’t write me off, just yet
Don’t write me off just yet

13 March 2009

hilang ingatan

coba bayangkan, kalau manusia kehilangan ingatan, lupa bahwa satu ditambah satu itu dua. bagaimana coba? seandainya hilang ingatan dapat dirancang dan dapat dimanipulasi otak kita. ini ingatan A, harus hilang dari ingatan. ini ingatan B, tetap harus ada di ingatan. indah bukan? tidak ada lagi yang namanya dendam..tidak ada lagi yang namanya sakit hati. yang ada hanya memori indah. 

kemampuan seperti itu, yang sedang aku impikan dan aku usahakan. untuk menghilangkan ingatan, agar semua terlupakan. rocket rocker menyanyikannya dengan amat indah.

11 March 2009

0271826208

Ini ada sebungkus roti
Yang lain berkata, kami sedang tidak inginkan roti. Kami sedang mengharapkan beras.
Ini ada sekarung beras
Yang lain berkata, kami sedang tidak membutuhkan beras. Kami butuh gula.
Ini ada sekantung gula
Yang lain berkata, kami tidak suka gula. Kami suka jagung.
Ini ada setali jagung
Yang lain berkata, kami benci jagung. Kami hendak minum ciu.

Obi cham te

Ternyata yang diberikan tak pernah mencapai harapan

Sebuah letih yang kami tawarkan
Seringkali menusuk dan memanjakan
Meluluhkan indra

Serangkai nyanyian bisu
Melilit kalbu, menunjukkan satu
meraba-raba, menemukan kamu

Segelincir petikan sendu
Mencari-cari ragu, yang lama terpacu
Menggali-gali, menemukan kamu

Selaksa makna biru
Memetikkan putik bunga baru
Melebih-lebihkan, menemukan kamu

Obi cham te

Ternyata tidak ada tak capai harapan, itu sendiri menemukanmu


Aku akan belikan padamu, sekilas balik keinginanmu, dan seketika itu, kamu tahu, kamu tak lagi inginkan itu, kecuali satu, yang kamu erat manjamu, yaitu kamu. Kamu, kamu kami.

ehem..

Uraikan imajinasi
Saat kau baca kisah ini…

Saat matahari
Terlalu lama menjelajahi siang...
Di sudut ruang dunia,
Sang bintang sesal
Menanti datangnya malam...

Dimana malam...
Yang hanya bisa tempatkannya
Bersanding dengan bulan...

Ketika malam tiba pun...
Terkadang sang bintang
Masih saja sesalkannya
Karena ternyata,
Bulan kerap tak hadir tepati janji
Untuk bersama mengiring malam...

Kau tahu...?
Dimana bulan, tak hadir juga
Temani sang bintang...
Ia masih berada di satu sisi malam..
Menatap jauh bintang...
Merindukannya...sangat merindukannya...
Ia menyesal, tak bisa gapai langkah
Untuk bisa temuinya..

Namun, dimanapun bintang dan bulan
Saling jauh terdampar
Di sisi-sisi malam
Cahayanya kan tetap satukan rindu mereka...

Rindu...
Di dalam rindu itu,
Terselipkan sebuah makna cinta
Yang terdalam...

10 March 2009

cintaku terbagi-bagi

1.  untuk Tuhanku yang menyelamatkan hidupku, tapi belum memberi tahu tujuanku hidup

2. untuk kedua orang tua ku, yang memberi aku, apapun itu

3. untuk kedua kakakku, yang menemaniku belasan tahun ini, dan sebaiknya hingga bertahun-tahun nanti

4. untuk kekasihku, Fransiska Hera GitaSari, untuk pemaknaan cinta yang semakin mendalam

5. untuk semua saudaraku, untuk kisah2 perjalanan, kisah2 liburan, kisah2 persaudaraan kita

6. untuk semua kerabat temanku, WTF-anak2 Bintang Laut eks-3A, temen2 SD 6c PL II, danasmara community,teman2 yosep-joskavunka, teman2 ATMI-gamma house corporation,teman2 ku yang mencintai dan aku cintai, para pembimbing hidupku-romo2 yang memarahi aku tidak dengan memukul kepalaku tetapi mengelus kepalaku

7. untuk inspirasi hidupku

8. untuk kalian, yang belum-dan pasti akan mendapat cintaku

-balas cinta bagi sesama-

"dapatnya cuma-cuma, baginya suka-suka"

mimpi

semalam aku bermimpi

makan enak, tidur nyaman, berlimpah uang, bergumul dengan wanita yang paling aku cintai

esoknya aku terjatuh

terjerembab

bukan karena itu semua hanya mimpi

tapi karena ini semua adalah tamparan

untuk membuat mimpi itu ada

08 March 2009

Why Me

Why Me

Luruh…semalam mataku bergemuruh

Menibang setiap langkah bertujuan

Luka bayangi jejak tak berderap

Terserak…puing kenangan yang meluka

Melepas teman terpaut di hati

Melagukan untuk pergi

Bridge: Goresan luka terkoyak di pasir pantai

Merancap duka luka tak terperi

Saat itulah, kutanya mengapa

Reff: Pagi ini kuberanjak telusuri

Kan kemana hati ini pergi

Kuterdiam bercakap dengan kekasih hati

Saat itulah kutahu mengapa

End Oh..Mengapa aku mesthi menyusuri

Hidup baru yang trasa tak pasti

Satu kuyakin Tuhan kan beri yang

Indah waktunya

Saat itulah kutahu mengapa

Vishnu-Gr8 Rose-Ma Mbenks

C’est la vie

C’est la vie
“Memang kenapa kalau aku eks-seminaris? Gagal? Atau malah berdosa? Hah!! Terserah kalianlah!!
Ya, aku memang eks-seminaris, dan kemanapun aku pergi, titel itu selalu tertulis di punggungku hingga banyak orang akhirnya berkata ngedumel:
“Wah, pasti kecantol cewek tuh! Makanya keluar! Hi..hi…hi…”
Dan hebatnya, aku sudah terbiasa menjawab kritik-kritik semacam itu hanya dengan tersenyum lalu menunduk pergi. Padahal ada jawaban yang sebenarnya ingin aku jelaskan kepada mereka. Tapi lidah ini kelu, tidak sanggup untuk berkata-kata lagi. Hanya satu; aku tuliskan ini semua dalam buku hidupku dengan tinta harapanku.
***
Sangkal Putung, 9 Maret
Yah, hari ini aku retret pemutusan panggilan, memutuskan hal yang benar-benar fundamental dalam cerita besar diriku nantinya. Dan aku diajak untuk berdiam dan mencoba mendengar kehendak Tuhan; apa yang Ia inginkan dari diriku ini.
Yang dibahas adalah mengenai tujuan dan impian hidup. Setiap manusia hidup dengan tujuan dan impian masing-masing, entah apapun itu. Maka orang itu berjuang dalam hidup untuk mencapai tujuan dan impiannya. Orang yang tidak memiliki tujuan dan impian dalam hidup akan terbelenggu sendiri dalam keterbatasan dirinya tanpa menengok pada talenta Tuhan.
Aku mulai bermeditasi untuk memulai permenungan dan refleksi dalam dirku sendiri. Entah, aku merasakan ketenangan dalam meditasiku. Hening dan diam, dan entah; tiba-tiba aku mulai bercakap-cakap.
“Benedicamus Domino”
“Deo Gratias—siapa kamu? Pergilah, aku sedang bermeditasi. Aku ingin sendiri dalam pencarianku.”
“Aku ada atas pencarianmu. Panggil aku Bene. Mari kita bercakap-cakap tentang pencarianmu. Apa yang kau cari?”
“Argh..entahlah. aku sedang merenungi tujuan dan impian-impian hidupku. Tahukah kamu tentang kedua hal itu?”
“Ya, aku sedikit mengerti. Kamu belum menemukannya?”
“Belum. Aku bermeditasi untuk menemukannya.”
“Dalam hidup, manusia selalu dihadapkan pada mimpi-mimpi dan orientasi hidup. Mimpi-mimpi adalah bunga dari keinginan-keinginan kita akan diri kita, orientasi hidup lebih pada perspektif diri kita di masa datang. Kita harus dapat membedakannya. Kadang impian sama dengan orientasi hidup kita, tapi kadang keadaan memaksa untuk berbeda. Lalu mimpi tetap tinggalah mimpi saat kita menjalani hidup kita.”
“Apa kaitannya dengan tujuan hidup?”
“Maka dari itu manusia membuat dan mempunyai tujuan hidup. Hidup adalah anugerah rahmat Tuhan sepenuhnya untuk manusia; dan diri manusia, manusialah yang mengendalikannya. Tujuanmu, kamulah yang menentukan!”
“Lalu harus aku apakan impianku?”
“Tujuan dibuat berdasarkan impian dan orientasi hidup kita. Supaya nantinya keduanya dapat tercapai. Dan inti dari tujuan hidup kita adalah syukur atas anugerah ini kepada-Nya; dalam konkretnya, itu bagian kita.”
“Tapi, kadang aku tidak dapat menyatukan impian dan orientasi hidupku sehingga aku sulit menentukan tujuan hidupku. Aku seperti mendua.”
“Itulah manusia, pikiran bekerja terlalu cepat sebelum perasaannya sehingga kita cepat menyimpulkan tanpa merasakannya. Keduanya, impian dan orientasi hidupmu harus diletakkan dalam kerangka besar hidupmu yang berhubungan langsung dengan Tuhan. Tuhan memberimu pilihan atas hal-hal kecil dalam hidupmu, kamu bebas menentukan. Tentunya semua adalah satu, dalam satu tujuan.”
“Kring…”
Bel rumah retret ini berbunyi, aku terkesiap. Ah, kepalaku terasa agak pening, sebegitu rumitkah menentukan tujuan hidup? Entah, aku akan istirahat sejenak.
Kamar 27, 10 Maret
Romo pernah bilang: “Setiap orang berjalan dan mengalami pergulatan hidupnya masing-masing. Dari sana, ia akan menyulam rangkaian besar cerita hidupnya yang akan dikenang orang-orang yang mencintainya”. Aku juga memiliki benang sulam dan jarum jahit untuk menyulam cerita besar hidupku. Bagaimanakah kisahku? Hanya aku dan Tuhan yang tahu. Aku mulai bermeditasi.
“Benedicamus Domino.”
“Deo Gratias—kau lagi.”
“Ya, aku lagi. Aku memang ada untuk menemanimu.”
“Kalau begitu temani auk berbincang.”
“Mari”
“Kau punya cerita besar dalam hidupmu?”
“Tidak, aku tidak hidup, aku hanya ada.”
“Ok baiklah, meski aku tidak mengerti maksudmu. Tapi aku hidup, berarti aku punya rangkaian cerita besar dalam hidup. Benarkah seperti itu?”
“Ya, Engkau memilikinya. Sesuai tujuan hidupmu yang menyatakan orientasi dan impianmu, kamu akan memulai tenunanmu. Mula-mula tidak jelas, tapi setelah kamu menemukan tujuan hidupmu, kamu akan melihat pola dalam tenunan cerita besar hidupmu.”
“Menurutmu, sudah tampakkah pola tenunanku?
“Menurutmu?”
”Belum jelas, tapi kelihatannya baru terlihat sedikit”
“Jawabanku sama denganmu.”
“Kau tahu tujuan hidup yang kupilih?”
“Tidak, dan aku tidak ingin tahu. Biarlah itu menjadi janjimu dengan Tuhan.”
“Ya, rasanya aku mulai menangkap. Setidaknya ini awal bagiku untuk memulai menenun sulaman hidupku.”
“Bagus.”
Kamar 27, 11 Maret
Aku mulai menjalani panggilanku dari masuk Seminari. Sebelumnya tak pernah terbersit dalam pikiranku untuk memilih alternatif hidup ini. Bahkan sebelum masuk Seminari, sebenarnya aku ingin berbalik dan mendaftar ke sekolah lain, tetapi orangtua terlanjur senang, keluarga besar terlanjur bangga. Hingga akhirnya aku berkata :”Kenapa tidak dicoba?” Lucu juga, semalam sebelum berangkat ke Seminari aku menangis sendirian dalam kamar, berdoa kepada Sang Bunda. Aku ingin mendapatkan cerita pengharapan supaya tangisku berhenti. Tapi sampai sekarang ternyata aku belum pernah mendengar kisah pengharapan. Tapi tangisku bisa aku hentikan sendiri, aku sudah besar—malu untuk terus menangis.
Yah, nantinya pilihanku juga berdasarkan sejarah panggilanku itu. Aku memang berkembang, bahkan amat pesat. Tapi, kadang aku merasa kosong dengan segala keunggulanku ini. Aku belum pernah dapat menemukan makna dari ruang kosong ini. Aku belum bisa berkata “kosong adalah isi dan isi adalah kosong.”|
Kamar 27, 12 Maret
“Letakkan kedua pilihan itu di hadapanmu. Tenanglah dan mulailah rajut kembali impianmu, tujuanmu hidupmu, sejarah panggilanmu sebelum kamu memilih salah satu pilihan. Posisikan dirimu netral dan tidak terikat apapun, kemudian ikutlah kemana hati membawamu[1].”
Ya, aku ikut kemana hati ini membawaku, seturut impian dan tujuan hidupku. Dan aku yakin, apa yang aku pilih ini juga merupakan kehendak-Nya. Aku tahu karena aku memiliki hubungan personal yang unik dengan-Nya. Setiap orang memang unik dalam berhubungan dengan-Nya. Dan untukku, Ia datang melalui suara hati ini. Melalui kelegaan setelah aku memilih jalan ini. Sekarang tinggal aku yang masih harus berjuang dalam pilihanku ini. Memilih bukanlah akhir, justru awal. Awal dari sebuah pergulatan yang nanti aku hadapi.
***
Kalian tidak perlu mengetahui tujuan ataupun impian hidupku. Ini adalah rahasia keintimanku dengan Tuhan, di sanalah kami saling meletakkan kepercayaan. Kalian hanya perlu menghargai aku sebagai manusia yang masih berjuang, bukan sebagai manusia yang berhenti dalam kegagalan. Tuhan yang memulai segala perkerjaan ini, Ia pula yang akan menyelesaikannya.
Dan aku menangis dalam tidurku malam ini. Menyadari, beginilah hidup, bahagia melewati tangis.
Mertoyudan, Maret 2006—Rosa Indra


[1] Va dove ti porta il quore, Susanna Tamaro

menggongong

pernah denger anjing nggonggong?
karang bakalan denger manusia gonggong
hari ini diawali dengan bangun pagi, tapi harusnya gak bangun pagi-tapi bangun siang. tapi musti gimana lagi, hari minggu, wajib ikut misa di gereja...
pernah liat gak, seseorang yang meninggikan dirinya setinggi mungkin. hingga tiap orang yang menatap nya harus mengangkat kepala, dan setelah itu harus menganggukan kepala-meyakini bahwa yang dilihatnya benar2 sesuatu yang maha tinggi.
dan hanya selang beberapa minggu, orang itu merendahkan dirinya serendah mungkin. bahkan hingga orang2 dapat melihatnya ketika orang sedang meludah di atas tanah.
hari ini, aku mendengar tentang orang seperti itu.
rupanya untuk menjadi sempurna harus menjadi sempurna pula. untuk menjadi sempurna harus melewati kesempurnaan pula. anjink!