tapi tanggung jawab, tetap harus dilunasi, setidaknya secara pribadi setiap manusia yang punya tanggung jawab kan pastinya juga punya kemampuan yang memadai. kemampuan skill memang memadai, tapi kadang niat dan kemauan yang kadang terbang kemana-mana tak pernah fokus.
dan yang paling tidak menyenangkan, kadang kepentingan tanggungjawab menjadi nomor ke sekian setelah kepentingan pribadi.
alhasil, orang-orang memilih untuk tidak memiliki tanggungjawab besar, orang memilih untuk tidak mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. daripada punya hutang milyaran,ya tho..
lebih baik hidup bebas, melakukan apa saja yang ingin pribadi lakukan.
bayangkan kalau para calon presiden seperti itu, tidak menghiraukan tanggung jawab yang besar lagi. dan kita di sini hanya menuntut orang2 di atas untuk bertanggungjawab, padahal kita untuk tanggungjawab kecil di sekitar kita saja....slalu menghindar.
pilihan kecil membawa ke pilihan besar.
jadi orang yang melunasi, jangan jadi orang yang merasa lunas--hanya karena tidak pernah punya hutang.



