26 April 2009

lunas 1

orang punya tanggung jawab besar ternyata seperti orang punya utang milyaran ya. dikejar dimana-mana, ditanya terus menerus, gimana pekerjaanmu?sudah beres belum? setiap orang yang berkaitan, mengejar-ngejar dengan ribuan pertanyaan, tapi tidak pernah satu pun yang mengejar dengan satu saja uluran bantuan.
tapi tanggung jawab, tetap harus dilunasi, setidaknya secara pribadi setiap manusia yang punya tanggung jawab kan pastinya juga punya kemampuan yang memadai. kemampuan skill memang memadai, tapi kadang niat dan kemauan yang kadang terbang kemana-mana tak pernah fokus.
dan yang paling tidak menyenangkan, kadang kepentingan tanggungjawab menjadi nomor ke sekian setelah kepentingan pribadi.
alhasil, orang-orang memilih untuk tidak memiliki tanggungjawab besar, orang memilih untuk tidak mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. daripada punya hutang milyaran,ya tho..
lebih baik hidup bebas, melakukan apa saja yang ingin pribadi lakukan.

bayangkan kalau para calon presiden seperti itu, tidak menghiraukan tanggung jawab yang besar lagi. dan kita di sini hanya menuntut orang2 di atas untuk bertanggungjawab, padahal kita untuk tanggungjawab kecil di sekitar kita saja....slalu menghindar.

pilihan kecil membawa ke pilihan besar.
jadi orang yang melunasi, jangan jadi orang yang merasa lunas--hanya karena tidak pernah punya hutang.

19 April 2009

dahsyat

harus kah menjadi sedahsyat itu?
bagaimana kalau aku ini biasa-biasa saja. bangun pagi setiap hari, mandi, makan dan kemudian pergi ke rutinitas ku sehari-hari. kuliah, dan kemudian pulang, istirahat, mandi, makan, ntn tivi dan tidur lagi. bagai mana kalau aku ini cuma anak yang menganga melihat manusia-manusia berteriak-teriak menyuarakan hati, dan aku hanya diam terpaku merasakan darah yang meluap-luap tapi tak sanggup di ungkapkan. bagaimana kalau aku hanya bocah biasa yang bahkan tidak sanggup menyelesaikan satu putaran lari lapangan sepak bola?
bagai mana kalau aku ini cuma pecundang yang bahkan tidak berani untuk meminta uang kembalian dari beli bakso ojek? bagaimana kalau aku ini cuma si buruk rupa yang sibuk memilih pelembab atau sabun muka yang mana saja hanya untuk menciptakan lapisan baru di mukaku?
bagaimana kalau aku ini tidak sehebat itu, dan tidak pernah menjadi sedahsyat itu?
orang bertalenta besar bisa saja berkata:" setiap orang punya bakat masing2, dan setiap orang punya kemampuan sendiri2 yang unik". tapi sadar tidak, kalau ternyata ada juga orang seperti aku yang ternyata bingung menentukan, YANG MANA BAKAT KU?
bagimana kalau aku itu seperti itu? apa memang setiap manusia harus sedahsyat itu? apa manusia tidak bisa menjalani dunia tanpa pikir panjang, tanpa uang melimpah, tanpa segudang talenta, tanpa wajah yang tampan, tanpa teman nongkrong yang gaul, tanpa SEGALANYA.
bagaimana kalau aku hanya ingin hidup dengan harapan?tanpa kenyataan.

bukan urusan aku, yang aku tau, talenta besar diikuti tanggung jawab yang besar.
hidupmu toh juga tanggungjawabmu. so, hidupmu seharusnya memberi talenta untuk modal.

17 April 2009

post

rasanya setiap manusia sama saja

rasanya setiap manusia sama saja. menyerukan suara untuk yang paling lemah, menuliskan kata-kata untuk yang paling menderita, menceritakan cerita yang paling sedih, menggambarkan lukisan tentang mereka yang paling tersingkir. tapi hidup di antara mereka yang paling berbahagia. memilih pilihan2 hidup yang harus membawa manusia ke atas. atas dan selalu lebih atas lagi. tidak perlu tinggi-tinggi asalkan sudah di atas beberapa.
rasanya setiap manusia sama saja. mencerca dan memarahi orang atas kesalahan yang pernah ia sendiri lakukan. mengecap orang atas perbuatan yang biasa ia lakukan sendiri. hanya perbedaannya perbuatannya belum ada yang tau.
rasanya setiap orang sama saja. merasa disakiti terus menerus, merasa merasakan hidup yang paling sengsara, merasa merasakan dunia yang begitu berat. asal kalian tahu, semua orang juga merasakan hal yang sama.
rasanya setiap orang sama saja. yang berbeda hanya waktunya.


12 April 2009

hari paska

duh gusti, gimana mesti menjelajahi dan merenungi paska mu. setiap rima paska yang di dengungkan ternyata menggemakan ribuan masalah yang ada di kepalaku. semuanya mencuat begitu saja, satu persatu membayangi, satu persatu memberikan ketidakpastian dan keragu-raguan. padahal senyum terindah sudah aku siapkan di hari paska mu ini untuk membalas setiap ucapan paska yang disampaikan orang2 disekitarmu.
kalau memang paska ini penuh pengorbanan,penuh rasa pengabdian akan cinta, penuh rasa rindu akan mencintai, penuh pengertian akan orang lain, tetapi kenapa paska tidak segera memberikan akhir yang membangkitkan dan meluluhkan segala pikiran kacau.
paska mu ini seperti tombak yang diasah perlahan dan sangat perlahan, setiap milimeter lapisan tombak yang hilang menggambarkan dosa yang terkikis sedikit demi sedikit. tombak menjadi bersih kembali, tetapi tombak menjadi runcing dan tajam kembali untuk menuai dosa..

10 April 2009

opor ayam

namanya aja opor ayam, tapi tiap kali aku memakannya selalu tanpa ayam (maklum aku ini vegetarian separo). opor ayam aku santap dengan telor, lebih terasa amis nya, semakin berlemak, semakin enak. rasanya seperti melahap kenikmatan dunia, dan selang beberapa waktu langsung terasa kenyang...kenyang dan kenyang...
kamu juga makan opor ayam yang sama dengan yang kumakan, apa kamu juga merasakan yang sama dengan yang kurasakan?
kalau berbeda, berarti lidah kita yang berbeda, perasaan kita yang sensitivitasnya berbeda, pikiran kita yang menerjemahkan rasa dengan berbeda, pandangan kita yang menunjukkan perbedaan. opor ayam yang sama dan rasa yang berbeda.
jadi wajar-jika tidak setiap yang aku katakan kamu iyakan dan begitu pula sebaliknya.
perbedaan
yang
menyatukan

09 April 2009

rewel

orang rewel tu seperti apa sih sebenarnya?
orang yang terlalu jujur dengan apa yang dirasakan dirinya, sehingga dengan mudah mengungkapkannya pada orang lain.
orang yang terlalu lemah menghadapi cobaan atau tantangan dalam hidupnya.
orang yang mudah mengeluh atas apa yang sedang ia alami.
atau
orang yang merasa mempunyai orang lain untuk di ajak berbagi, tentang suka duka. orang yang merasa perlu untuk memberikan bagian dirinya pada orang yang sangat ia percaya. orang yang selalu memanggil nama orang yang ia cintai meski sekedar untuk memberitahu bahwa ia ada.
rewel itu relatif, bagaimana orang yang di"rewel" menanggapinya.

apa aku ni rewel?

08 April 2009

rumah kita

kalu aku pergi ke rumah orang tuaku, rasanya seperti rumah ku. nyaman, apapun tersedia. kalu aku pergi ke kontrakan, rasanya seperti rumahku. nyaman, banyak saudara.

arti rumah sndiri kadang2 menjadi kabur dan tidak jelas. dimana kita tinggal, tapi aku tinggal dimanapun, aku tidur di manapun. aku nyaman dengan keadaan di sekitarku, bukan secara fisik-tetapi secara kondisional.
lama2 rumah menjadi sesuatu yang kabur, menjadi sesuatu yang melelahkan jika ternyata cuma membatasi ruang.

kalo boleh bercerita, buat aku. rumah itu kondisi, keberadaan,bukan ruang yang membatasi. seperti itu rumahku--rumah kita??

07 April 2009

mencintai-mengekang-menjaga-mencintai

bagaimana orang harus mencintai. mencintai dengan cinta sedalam-dalamnya di dalam hati. memendam perasaan cinta sedalam mungkin di hati. atau kalau perlu diungkapkan, bagaimana cinta harus diungkapkan?dengan perhatian, menjaga.......lama2 menjadi mengekang, membatasi, mengawasi.
seperti apa seharusnya cinta diungkapkan?

jangan2, cinta itu gak perlu diungkapkan. jangan2, diantara 2 orang yang saling mencintai, cinta dapat mengungkapkan dirinya sendiri. jangan2, cinta terlalu independen untuk kita kuasai, untuk kita ungkapkan secara egois.

atau jangan2, cinta itu tidak ada.

03 April 2009

untuk dikenang

...

anjingku baru

punya anjing baru
siap ndengerin gonggongan2 baru
siap merajai suara2 alam
aku siap

melalang buana

kalo kaki manusia lebih panjang,lebih atletis, lebih lincah sedikit saja...
gak akan ada motor
gak akan ada perahu
gak akan ada mobil
gak akan ada pesawat
gak akan ada pemakaian minyak bumi habis2 an
gak akan ada polusi
gak akan ada kecelakaan lalu lintas
gak akan ada tilang menilang
gak akan ada efek rumah kaca
gak akan ada global warming
gak akan ada perbedaan status sosial hanya karena perbedaan kendaraan
gak akan ada klub ato geng2 motor
gak akan ada uang terhambur hanya untuk kendaraan bermotor

eh, bukan jika kaki manusia lebih lincah ato panjang sedikit dink..
tapi jika manusia mau melatih dan berkorban sedikit, untuk memberdayakan dirinya.
bukan hanya otak yang di asah, tapi raga juga diasah.
bulshit kalo otak diasah hanya untuk memanjakan raga.

mari kita melalang buana, dengan diri kita sendiri.