dapet Clorot dari Konsorsium

Written By indrahuazumenggonggong On 27 September 2009


Hari ini tadi ada kopdar terselubung halal bi halal para Bengawaners di Base Camp LSM Konsorsium Solo. Di sana kami kembali memetakan tujuan kami sebagai anggota Bengawan dengan mulai mendayagunakan minat dan bakat kami. Beberapa program-program kegiatan pun mulai terusulkan, dan semoga terwujud. Ditunggu saja, nanti bisa kita lihat bersama program-program terbaru para Bengawaners...

Ada yang menarik saat di halal bi halal tadi. Baru pertama kalinya saya makan makanan yang bernama CLOROT. makanan ini dibawakan oleh teman blogger saya mas arit.



Clorot tu yang panjang dibungkus daun itu. Rasanya legit-legit gimana gitu..hehe..
Rasanya seperti menemukan rasa baru. Menjadi bingung harus menamai rasa itu apa, tapi tersenyum-senyum sendiri menikmati rasa ini.

gak jadi menjadi manusia kadaluwarsa tanpa rasa, ternyata rasa itu jumlahnya tak terkira...haha

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

mekanisme pembelaan diri

Written By indrahuazumenggonggong On 22 September 2009


Setiap bergaul dengan teman-teman di sekitar saya, jadi teringat dulu ketika masih di kawah candradimuka, diajari apa yang namanya Mekanisme Pembelaan Diri (sering disingkat dengan MPD). Langsung saja saya kontak temen2 saya, siapa tau masih ada yang punya file tentang MPD. ternyata dapat juga. Lumayan menarik lho, melihat manusia dari balik topeng yang dipakainya. IYA, setiap manusia memiliki topeng apalagi dalam kehidupan sosialnya ketika berinteraksi dengan orang lain.

File ini bukan tulisan karangan saya, saya dapat dari teman SMA saya. Kenapa saya upload di sini? Karena setelah lama bergaul dengan teman-teman saya sekarang, saya merasa hal ini penting untuk disampaikan...baik bagi saya maupun bagi teman-teman saya. Demi perkembangan ke yang lebih baik!

Self Defence Mechanism - Alat Pelindung Psikis

Dalam ilmu psikologi Self Defence Mechanism adalah proses mental dari pembohongan-diri untuk mengurangi pikiran yang mencemaskan, kenangan buruk atau keadaan yang mengancam ego seseorang.

Perasaan khawatir adalah insting normal terhadap adanya ancaman. Adrenalin yang meningkat, perasaan selalu siap siaga dan jantung yang berdebar sebenarnya insting untuk mempertahankan diri untuk survive. Namun kekhawatiran yang berkepanjangan akan menyebabkan tubuh lelah, meningkat menjadi cemas dan dapat menimbulkan stress. Dan stress adalah pemicu penyakit psikosomatis.

Maka Self Defense Mechanism adalah sistem penipuan pikiran yang berfungsi meredakan kekhawatiran dan stress dengan cara pengalihan. Beberapa diantaranya yang popular antara lain :

Tingkat Neurotic - Multiple Personality Disorder

Lolita, seorang Ibu merasa sangat lelah menghadapi 3 orang anak lelaki yang sangat nakal. Suami selalu pulang malam dan krisis yang menghadang sedikit mengganggu perekonomian rumah tangga. Saat ke psikolog, dalam kondisi hipnotis Ia dipersilakan mengatakan apapun. Tiba-tiba Ia mengaku menjadi seorang single bernama Tika, tinggal di apartemen dan mengaku pernah mengenal seseorang bernama Lolita. Ia mengatakan kasihan dengan hidup Lolita dan menghabiskan sesi hipnotis menjelek-jelekkan suami Lolita.

Psikolog mengkhawatirkan bahwa karakter Tika akan menguat mengalahkan Lolita, dan dengan tekanan Tika akan mengambil alih tubuh Surti untuk melarikan diri ke suatu kota, berganti nama menjadi Tika dan melupakan Lolita di pojok gelap psikologi sebagai sebuah kenangan buruk yang harus segera dihapus. Self Defence Mechanism secara ekstrem bekerja melindungi tubuh dari trauma sebagai Lolita dan mengembangkan impian terpendam sebagai Tika yang terkekang norma untuk mengambil alih tubuh Lolita.

Tingkat Normal - Represi, Rasionalisasi, Displacement, Projection

1. Represi merupakan DM (Defence Mechanism) yang paling sering dilakukan. Pikiran melakukan blok terhadap kenangan buruk, mengalihkannya pada hal-hal yang menyenangkan. Tanpa represi seseorang yang putus cinta akan sakit hati berbulan-bulan. Seseorang yang fungsi represinya terganggu seringkali membutuhkan obat untuk represi. Istilah ini disebut dengan Supression (pemaksaan represi menggunakan media bantu)
2. Projection, yaitu mengarahkan emosi kepada orang lain. Seringkali saat kita merasa jengkel atau marah ketika menjumpai orang lain yang sedang stress dalam pekerjaannya yang tidak mengacuhkan kita, kemudian kita pun langsung memberikan tuduhan bahwa orang itu marah terhadap kita karena saat diajak berbicara tidak merespon.
3. Rasionalisasi, yaitu melakukan alasan atau pembenaran terhadap kegagalan atau suatu hal yang tidak dicapai untuk mencegah perasaan kecewa berkepanjangan. Seseorang yang putus cinta dengan pasangan yang menurutnya sempurna seringkali menjalin hubungan dengan orang yang secara kualitas jauh dibawah mantannya untuk menghindari sakit hati. Atau contoh lain yang sering kita alami misalnya : ketika kita melihat ada anak muda jadi pengusaha kaya, kita kerap menyimpulkan langsung bahwa dia pasti anak pengusaha. Ketika ada pejabat kaya, tuduhan langsung adalah pasti korupsi. Sebuah pembenaran bahwa tidak menjadi pengusaha muda atau pejabat kaya adalah hanya karena bukan anak pengusaha atau tidak korupsi.
4. Displacement. Pernahkah Anda melihat blog yang berisi tulisan-tulisan mengenai sumpah serapah, blog berisi puisi cinta mati, atau perahkah Anda mendengar ada seseorang yang pergi meninggalkan pekerjaan untuk berkelana keliling dunia? Itu adalah sebuah Displacement, memindahkan energi amarah dan cemas ke dalam aktivitas lain sebagai penyaluran.


Self Defence Mechanism adalah sebuah disiplin dalam ilmu psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Bukan hanya psikolog, tapi Anda pun bisa mempelajari ini untuk memahami perilaku orang-orang di sekitar anda dan mencoba berempati saat mereka terpaksa melakukan ini. Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi tingkat ketegangan tersebut dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperlunya. Dalam beberapa hal, karena berbagai alasan kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi, akibatnya ia harus belajar untuk mengganti objek yang diinginkannya tersebut agar ketegangan tersebut dapat menurun atau hilang dalam dirinya (Defense Mechanism)

Freud menyebutnya defense mechanism sebagai strategi yang tidak disadari yang digunakan oleh orang untuk mengatasi emosi negatif. Strategi terfokus hanya pada emosi itu tidak mengubah situasi stres, mereka semata-mata mengubah cara orang menghayati atau memikirkan situasi. Jadi, semua mekanisme pertahanan melibatkan suatu elemen penipuan diri (self-deception)

Kita semua menggunakan mekanisme pertahanan ini untuk membantu kita mengatasi stres sampai kita dapat menghadapinya secara langsung. Mekanisme pertahanan menyatakan gangguan penyesuaian kepribadian (personality maladjustment) hanya jika menjadi cara dominan menanggapi masalah. Salah satu perbedaan antara mekanisme pertahanan dan strategi pemecahan masalah adalah merupakan proses yang tidak disadari, sedangkan strategi mengatasi masalah seringkali dilakukan secara sadar. Maka bila mekanisme ini dilakukan secara ekstrim dapat menyebabkan strategi pemecahan masalah secara sadar akan menjadi maladaptif.


Beberapa bentuk mekanisme pertahanan:

(1). Represi


Freud menganggap bahwa represi sebagai mekanisme pertahanan yang paling dasar dan yang paling penting. Dalam represi, impuls atau memori yang terlalu menakutkan atau menyakitkan dikeluarkan dari kesadaran. Memori yang menimbulkan rasa malu, bersalah, atau mencela diri, seringkali direpresi. Freud yakin bahwa represi impuls masa kanak-kanak tertentu terjadi secara universal.

Represi dijelaskan oleh Freud pada konflik oedipus, dimana anak laki-laki mengalami ketertarikan seksual pada ibunya dan menimbulkan persaingan dan permusuhan kepada ayahnya. seiring pertumbuhan, impuls tersebut direpresi untuk menghindari konsekuensi menyakitkan jika mewujudkan impuls tersebut. Pada perkembangan selanjutnya, perasaan permusuhan terhadap orang yang dicintai dan pengalaman kegagalan perlu dihapus dari memori sadar.

Represi berbeda dari supresi, Supresi adalah proses melepaskan kendali diri, mempertahankan impuls dan keinginan secara terkendali (menahan impuls tersebut secara pribadi sementara menyangkalnya di hadapan publik) atau secara sementara menyingkirkan memori yang menyakitkan. Individu menyadari pikiran yang disupresi tetapi sebagian besar tidak menyadari impuls atau memori yang direpresi.

Freud yakin bahwa represi jarang berhasil sepenuhnya, impuls yang direpresi mengancam masuk ke kesadaran; individu menjadi cemas (walaupun tidak menyadari alasannya) dan menggunakan beberapa mekanisme lain untuk mempertahankan impuls yang direpresi agar tidak masuk ke kesadaran.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahawa orang dengan gaya represif tampaknya memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit pada umunya, termasuk lebih sering mengalami penyakit jantung koroner dan perjalanan penyakit kanker yang lebih cepat. (Bonnano & Singer, 1990). Riset lain membuktikan bahwa orang yang menceritakan kepada orang lain tentang peristiwa traumatik dan emosi yang mereka alami sebagai reaksi terhadap peristiwa tersebut cenderung menunjukkan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan orang tidak terbuka kepada orang lain (Pennebaker & Beall, 1986). Sebagai contoh, istri yang suaminya meninggal akibat bunuh diri lebih mungkin mengalami penyakit fisik selama bertahun-tahun setelah kematian suaminya jika mereka tidak pernah menceritakan kepada orang lain bahwa suaminya melakukan bunuh diri (Pennebaker & O'Heeron, 1984).

(2). Rasionalisasi

Rasionalisasi bukanlah berarti "bertindak secara rasional", rasionalisasi adalah motif yang dapat diterima secara logika atau sosial yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kita tampaknya berindak secara rasional. Rasionalisasi mempunyai dua fungsi: menghilangkan kekecewaan saat kita gagal mencapai tujuan dan memberikan motif ayng dapat diterima atas perilaku kita.

Saat mencari alasan baik ketimbang alasan sesungguhnya, orang sering membuat sejumlah dalih. Dalih tersebut biasanya masuk akal; hanya saja mereka tidak menceritakan keseluruhan cerita. Sebagai contoh; Seseorang yang gagal mengikuti ujian, "Kawan sekamar saya tidak membangunkan saya." Alasan tersebut mungkin saja benar tetapi bukan merupakan alasan sesungguhnya atas kegagalan seseorang melakukan perilaku yang dimaksud. Individu yang benar-benar peduli akan memasang alarm jam atau meluangkan waktunya.

(3). Pembentukan Reaksi

Sebagian individu dapat mengungkapkan suatu motif bagi dirinya sendiri dengan memberikan ekspresi kuat pada motif yang berlawanan. Kecenderungan ini dinamakan pembentukan reaksi. Seorang ibu yang merasa bersalah karena ketidakinginannya mempunyai anak mungkin menjadi terlalu memperhatikan dan terlalu protektif untuk meyakinkan anak akan cintanya dan meyakinkan dirinya bahwa ia adalah ibu yang baik.

Sebagian orang yang berperang dengan semangat fanatik untuk melawan kekenduran moral, alkohol dan perjudian mungkin manifestasi pembentukan reaksi. Sebagianindividu tersebut mungkin memiliki latar belakang sulit dengan masalah tersebut dan mungkin merupakan cara untuk melindungi diri mereka sendiri terhadap kemungkinan kembali pada kebiasaan lama.

(4). Proyeksi

Semua orang memiliki sifat yang tidak diinginkan yang tidak kita akui, bahkan oleh diri sendiri. Salah satu mekanisme bawah sadar, proyeksi, melindungi kita dari mengetahui kualitas diri kita yang tidak layak dengan menampakan sifat itu secara berlebihan pada diri orang lain.

Contoh; misalkan Anda adalah seorang yang cenderung suka mengkritik atau tidak ramah pada orang lain tetapi Anda tidak mau mengakui kecenderungan itu. Jika Anda memperlakukan orang lain secara kasar, bukan berdasarkan kualitas buruk diri, Anda mengatakannya sebgai, "memberi mereka perlakuan yang pantas". Proyeksi merupakan suatu bentuk rasionalisasi yang meresap dalam kultur kita, mekanisme ini terjadi secara begitu saja menempatkan sifat-sifat batin sendiri pada obyek di luar diri, sehingga sifat-sifat batin itu dihayati sebagai sifat-sfat orang lain diluar dirinya. Misalkan, seseorang yang membenci orang lain, tetapi ia menghayati orang lain itulah yang membenci kepadanya. Kultur melarang orang membenci orang lain.

(5). Intelektualisasi

Intelektualisasi adalah upaya melepaskan diri dari situasi stres dengan menghadapinya menggunakan istilah-istilah yang abstrak dan intelektual. Jenis pertahanan ini seringkali diperlukan oleh orang yang harus menghadapi masalah hidup dan mati dalam pekerjaannya. Dokter yang terus menerus berhadapan dengan penderitaan manusia tidak dapat berusaha untuk terlibat secara emosional dengan tiap pasiennya. Faktanya, suatu pembebasan (detachment) mungkin penting bagi dokter agar dapat berfungsi secara kompeten. Jenis intelektualisasi ini baru menjadi masalah jika ia menjadi gaya hidup yang meresap sehingga individu memutuskan dirinya dari semua pengalaman emosional.

(6). Penyangkalan

Jika realita eksternal terlalu tidak menyenangkan untuk dihadapi, orang dapat menyangkal terjadinya realita tersebut. Orangtua dari anak yang menderita penyakit mematikan mungkin menolak mengakui anaknya menderita penyakit serius, walaupun mereka telah mendapatkan informasi lengkap tentang diagnosa dan kemungkinan penyakitnya. Mereka tidak dapat mentoleransi kepedihan karena mengetahui realita, mereka menggunakan mekanisme pertahanan penyangkalan (denial). Bentuk penyakalan yang kurang ekstrim dapat ditemukan pada individu yang secara terus menerus mengabaikan kritik, tidak merasa orang lain marah kepada dirinya, atau membuang semua tanda yang menyatakan bahwa pasangannya berselingkuh.

Kadang menyangkal fakta mungkin lebih baik dibandingkan dengan menghadapinya. Pada krisis yang parah, penyangkalan memberikan waktu kepada orang untuk menghadapi fakta buruk dengan kecepatan yang lebih bertahap. Sebagai contoh, penderita stroke dan medula spinalis mungkin akan menyerah sama sekali jika mereka mengetahui sepenuhnya keseriusan kondisi mereka. Harapan memberikan mereka insentif untuk terus mencoba. Contoh lain adalah tentara yang menghadapi peperangan, penyangkalan kemungkinan mati membantu mereka untuk terus bekerja.

Pada situasi tersebut, penyangkalan jelas memiliki nilai adaptif. Di lain pihak, aspek negatif dari penyakalan menjadi jelas jika orang menunda-nunda mencari bantuan medis, seorang wanita meungkin menyangkal bila suatu ketika ia menemukan sebuah benjolan pada payudaranya sebagai suatu kemungkinan kanker dan dengan demikian terlambat menghubungi dokter.

(7). Pengalihan

Melalui mekanisme pengalihan (displacement), suatu motif yang tidak dapat dipuaskan dalam suatu bentuk diarahkan ke saluran lain. Contoh dari pengalihan adalah kemarahan yang tidak dapat diekspresikan kepada sumber frustrasi dan diarahkan ke pada obyek yang kurang mengancam.

Freud merasa bahwa pengalihan merupakan cara yang paling memuasakn untuk menangangani impuls agresif atau seksual. Dorongan dasar tidak dapat diubah, tetapi kita dapat mengubah obyek yang menjadi tujuan dorongan itu.

Impuls erotik yang tidak dapat langsung di ekspresikan dapat diekspresikan secara tidak langsung dalam aktivitas kreatif seperti seni, puisi dan musik. Impuls permusuhan mungkin menemukan ekspresi yang diterima secara sosial dengan peran serta dalam olahraga kontak.

Kecil kemungkinan pengalihan dapat menghilangkan impuls yang mengalami frustrasi akan tetapi aktiitas pengganti dapat membantu menurunkan ketegangan saat dorongan dasar terancam. Sebagai contohnya, aktivitas merawat orang lain atau mencari persahabatan dapat membantu menurunkan ketegangan yang berhubungan sosial yang tidak terpuaskan.



~mari berbuka topeng-topeng kita~

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

la vita é bella

Written By indrahuazumenggonggong On 13 September 2009

Life is beautifull!

Hidup itu indah!

Yang tidak setuju dengan pernyataan itu, ada atau tidak?

Hari ini saya mendapat sedikit pengalaman, tapi dengan effect dan impact yang amat besar. tentu saja, pengalaman apa lagi sih yang mampu memberikan impact sebesar ini kalau tidak pengalaman cinta. Memang hebat kok yang namanya pengalaman cinta itu, selalu mampu memberikan efek yang besar dalam hidup, bahkan kadang bisa menjadi batu loncatan atau menjadi dinding untuk perubahan yang lebih besar. Tapi untuk aku sekarang, pengalaman cinta tidak menjadi dua hal tersebut melainkan menjadi kayu untuk sebuah pintu. Aneh, malah menjadi sebuah pintu.

Sebenarnya, hari ini saya lagi disakiti. Bisa dibilang, mengalami hari yang terberat dari masa masa bercinta. Tapi setelah saya terdiam dan lama merenunginya, saya jadi bertanya, untuk apa?? Apa yang saya dapatkan, apa yang saya lepaskan, apa yang saya berikan, itu semua sudah pernah memberi saya kebahagiaan, kesedihan, keresahan, kegembiraan dan lain-lain. Dan kalau perasaan itu terulang lagi, itu hanya akan terulang, dan tersembuhkan juga.

TAPI

bukan itu yang menjadi titik pemikiran utama. Perasaan sedih bisa saya atasi, tapi effect terbesarnya berupa kehilangan orang yang dicintai. Nah, ini yang harus disikapi.Saya gak peduli dengan apa yang saya rasakan, tapi sekarang saya sedang peduli dengan yang saya miliki dan saya cintai.

Keinginan-Keinginan, harapan-harapan bahwa hidup itu indah, menjadikan visi dan paradigma yang membentuk orang dari pondasi kebahagiaan dan keindahan. Pondasi seindah ini tentu saja tidak hanya akan terkubur di bawah tanah, tetapi mampu dan benar-benar layak menopang bangunan yang benar-benar indah.

Hari ini aku diberi pintu, untuk kembali masuk ke dalamnya.

yang aku tawarkan itu setetes kebahagiaan meski harus menenggak segelas kepahitan

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

indra wardana

Written By indrahuazumenggonggong On 08 September 2009

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

berkomunikasi

Written By indrahuazumenggonggong


Hari ini dapat mata kuliah yang sebenarnya tidak wajar di tempat kuliah saya. Saya kuliah di jurusan teknik mesin industri, tapi ternyata ada mata kuliah teknik berkomunikasi. Ternyata cara orang berbicara mulai dijadikan "teknik" di jaman sekarang. Karena apa ya? Karena orang-orang generasi sekarang mulai jarang berkomunikasi langsung satu sama lain, jadi sekarang sudah perlu mata kuliah untuk belajar berkomunikasi, iya kah? Yang jelas, tadi saya baru saja mengikuti mata kuliah Teknik Berkomunikasi. Entah kemunduran-kemunduran apa yang terjadi di generasi ini dalam bidang komunikasi, hingga akhirnya ada mata kuliah ini. Padahal teknologi banyak yang diciptakan untuk mempermudah komunikasi---apa justru teknologi-teknologi itu yang menyebabkan kemunduran?
Apa sih yang penting dalam komunikasi? Yang jelas kan pesan dan maksud kita tersampaikan ke orang yang dituju, cukup sampai di situ komunikasi sudah terjalin. Tapi tadi saya mendapat hal menarik cara orang berkomunikasi.

1. Masuk dengan pintu mereka, keluar dengan pintu kita
Ini salah satu teknik influence dalam komunikasi yang paling hebat. Kalau kita ingin memasuki pikiran seseorang sesuai dengan pikiran kita, kita masuk ke pikiran orang tersebut terlebih dahulu dengan menjelma sebagai apa yang diharapkan orang tersebut. Jika sudah menjadi sesuai dengan yang diharapkan orang, kita menjadi lebih mudah masuk ke dalam topik-topik orang tersebut. Setelah itu, tinggal kita ajak orang itu kemana kita mau.

2. Kebenaran, Kebaikan, Kegunaan
Setiap kali kita akan menyampaikan informasi ke seseorang, PASTIKAN apa yang akan kita sampaikan itu adalah hal yang BENAR, BAIK untuk disampaikan, dan BERGUNA bagi orang yang akan mendengarnya. Jika tidak, kita hanya akan menjadi agen-agen acara gosip. Membicarakan hal yang BELUM TENTU BENAR, TIDAK BAIK DIBICARAKAN, DAN TIDAK BERGUNA. Ini adalah prinsip komunikasi dari Socrates.

Rasanya masih banyak teknik-teknik berkomunikasi yang ada yang bisa kita praktekkan, tapi berapa banyak pun teknik yang kita ketahui jika kita tidak mempraktekkannya dalam keseharian tetap menjadi NOL besar. Mulailah menciptakan dan menjalin hubungan baik dalam komunikasi yang baik pula. Apa sih kunci penyelesaian segala permasalahan di duniai ini? sebenarnya tentang komunikasi antar manusia.



-memberi ruang sedikit untuk mendengarkan, menimba ilmu sedikit untuk berbagi, maka terjadilah...komunikasi-

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

desain kaos

Written By indrahuazumenggonggong On 03 September 2009






ada yang berminat?

08985251941
hahahaha!

-mari berkarya-

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

willingness to do more

Written By indrahuazumenggonggong On 02 September 2009

Refleksi panitia PPS angkatan 42 –willingness to do more-

Ketika mendengar seruan “willingness to do more” dengan isak tangis dan gelak tawa semangat dari angkatan 42, saat itulah saya benar-benar merasakan semangat yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan dalam suatu komunitas atau kelompok manapun. Bahkan saat itu saya tidak termasuk langsung dari bagian komunitas itu, tapi tetap saja getarannya ternyata mampu meresonansi frekuensi getaran diri saya. Ini yang benar-benar hebat yang saya lihat dari angkatan 42. Semangat dan emosi (dalam arti positif) yang mereka ciptakan mampu memberikan impact yang besar-tidak hanya di dalam komunitas mereka sendiri- BAHKAN mampu memberi effect hingga orang-orang di sekitar mereka.

1. sense of belonging
Rasa memiliki, baik rasa memiliki dalam tubuh komunitas angkatan 42, maupun rasa memiliki dalam kaitan yang lebih besar—keluarga kolese mikael. Ketika mereka ditempa dengan stressing yang begitu besar, mereka tetap tidak kehilangan kesadaran bahwa mereka merupakan anggota suatu komunitas besar. Didasari apalagi jika tidak rasa cinta yang tulus satu sama lain. Meski pada awalnya egoisme diri mereka begitu besar dan kuat, tapi ternyata ego itu hanya batu karang kecil yang tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan semangat mereka. Hingga pada akhirnya rasa memiliki itu muncul dari benih-benih kecil. Hingga menjadi tunas dan tubuh subur mengakar pada diri mereka.

2. tepo seliro
Atau tenggang rasa. Rasa ini pun muncul setelah kami para panitia lama menanti. Sekali lagi egoisme menjadi karang utama untuk memunculkan rasa ini. Tapi ketika rasa ini muncul, begitu saja kami mampu berbangga pada komunitas ini. Rasa tenggang rasa ini terlihat kencang ketika ada orang dalam komunitas mereka terluka, bahkan termasuk ketika orang-orang di luar mereka terluka, angkatan ini mengeluarkan rasa untuk orang-orang ini.

3. kejujuran
Hal paling crucial yang dijunjung tinggi ATMI. Hal ini pula yang paling kami tekankan pada diri mereka. Dan hal ini bermunculan begitu bervariasi. Karena ternyata kejujuran itu tidak dapat berdiri sendiri, tapi juga berdampingan dengan berbagai rasa yang ada dalam suatu komunitas. Dan kami sebagai panitia mengerti sekali akan kodisi tersebut. Maka dari itu kami tetap menekankan bahwa kejujuran itu hal yang prioritas dan pasti apapun yang didasari dengan kejujuran akan melahirkan hal-hal yang baik, termasuk suatu komunitas yang dilandasi suatu kejujuran juga. Tidak berselang lama, mereka akhirnya mengerti dan mulai menjunjung tinggi sebuah nilai kejujuran.

4. keluarga
Komunitas, jika didasari kekeluargaan, akan tidak sulit untuk berkembang. Dan seperti apa ciri komunitas itu berdasar kekeluargaan? Sulit memang membuat parameter yang jelas mengenai itu. Tapi dilihat dari effect yang terjadi, kita sudah dapat menerka; ini komunitas kekeluargaan atau komunitas berbasis profit. Dan benih kekeluargaan, bagi saya pribadi, sudah ada. Meski masih berupa benih, tapi ini adalah benih tersubur yang pernah saya rasakan. Maka saya berani menyebut komunitas ini sebagai “KELUARGA ATMI 42”.

5. willingness to do more
Ini nilai yang paling JOS dari mereka yang kami lihat. Ketika dari hari ke hari, mereka banyak melakukan kesalahan-kesalahan, ketika itu pula mereka selalu berpikir, berkonsep, dan beraktivitas untuk melakukan lebih baik di hari esok. Semoga saja nilai ini tidak hanya ditunjukkan di hari-hari PPS, tapi menjadi prinsip hidup hingga nanti mereka menemukan nilai yang lebih baik lagi.


Kami dari panitia merasa bangga—tidak hanya puas akan pekerjaan kami, tapi effect positif yang diciptakan keluarga besar angkatan 42 ATMI ini benar-benar memberi kami poin-poin penting dalam hidup. Bahwasanya kami ini mampu menciptakan semangat MAGIS dalam diri orang lain, pastinya kami juga mampu menciptakan semangat itu dalam diri kami. AMIN

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

seorang willy kurniawan

Written By indrahuazumenggonggong


Baru saja saya menjadi panitia PPS (Pengenalan Program Studi)--semacam OSPEK di kampus saya, PPS untuk ATMI angkatan 42. Menarik sekali PPS kali ini, sudah kedua kalinya saya menjadi panitia PPS, termasuk tahun kemarin. Kenapa menarik? angkatan 42 ini memberikan warna secara nyata dan real di depan kami para panitia bahwa mereka adalah angkatan yang mampu membuang ego masing-masing demi kekompakan 180 mahasiswa angkatan 42.

itu kabar baiknya.
ini kabar yang menyedihkannya--bukan buruk.

Salah satu mahasiswa angkatan 42, baru satu hari mengikuti kegiatan perkuliahan--itupun kuliah umum bersama satu warga kolese, malam harinya meninggal dunia karena kecelakaan. Kecelakaan terjadi di depan hotel Lor-in, yang membuat saya sendiri emosi, kecelakaan ini termasuk dalam kategori tabrak lari.
Memandang dari segi apapun, saya tetap merasa sedih dan sedih. Keterikatan emosi dan batin belum terbentuk antara saya dan almarhum, meskipun saya sudah mengenal ketika saya mendampingi saat PPS. Tapi, tanpa keterikatan-keterikatan personal itupun, saya masih tetap sedih--Bagaimana dengan orang-orang di sekitarnya yang memiliki keterikatan personal? Betapa sedihnya mereka! Dan saya menuntut Gusti Allah, Dia harus benar-benar memiliki rencana indah dibalik semua yang terjadi ini! Harus sebuah rencana indah!

REQUISCAT IN PACE

WILLY KURNIAWAN
seseorang yang saya kenal sebagai pejuang ATMI 42 dengan kekuatan
willingness to do more



pernah seorang teman bertanya kepada teman saya yang merokok rokok kretek : "Kenapa memilih rokok kretek, bukan berfilter, kan lebih sehat!"
jawabnya : "wah, ini sudah termasuk ideologi hidup! merokok kretek kan lebih tidak sehat dari rokok filter, berarti saya lebih cepat mati! Nah, prinsip hidup saya itu "lebih baik saya berumur pendek dan mati cepat meninggalkan kalian, karena saya tidak mau merasakan betapa sedihnya ketika kalian--orang2 di sekitar saya terlebih dahulu mati meninggalkan saya!" "


.....kalau saja kematian tidak diikuti kesedihan, melainkan sukacita....

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb