"Kami Prameks, bukan bonek!!"
Teriakan itu terdengar sangat keras dari mulut seorang wanita setengah baya sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan. Wanita ini berteriak-teriak ke arah keluar jendela kereta api Prameks. Ia berteriak keras sambil melindungi kepalanya dengan tangan sebagai tindakan preventif kalau-kalau ada batu atau benda apapun yang melayang menembus kaca jendela kereta api ini.
Sabtu-minggu ini saya sedang berada di Jogja untuk suatu keperluan. Minggu siang, ketika saya akan pulang ke Solo dengan naik KA PRAMEKS, teman saya mengirim sms yang inti isinya mengatakan supaya saya pulang ke Solo naik kereta nanti malam saja, karena siang ini bertepatan dengan Bonek (suporter Persebaya) yang akan pulang ke Surabaya melewati kota Solo dan Jogja. Tapi karena sudah terlanjur di stasiun Lempuyangan, sudah membeli karcis, saya tetap pulang siang itu.
Perjalanan kereta Prameks yang saya tumpangi lancar-lancar saja, bahkan saya sempat tertidur kelelahan. Tapi ketenangan itu lenyap saat kereta akan memasuki stasiun purwosari, satu batu melesat masuk di gerbong saya. Kaca jendela pecah, batu nyaris mengenai seorang bapak. Kereta tetap melaju, serpihan kaca lalu dibersihkan petugas Prameks. Di stasiun Purwosari dan stasiun Balapan banyak penumpang dari Jogja yang turun, dan penumpang yang akan menuju ke Jogja mulai naik memenuhi kereta. Termasuk gerbong saya, juga mulai penuh kembali. Saya berencana turun di stasiun Jebres.
Kereta melenggang pelan, menuju Jebres.
Sebelum masuk stasiun Jebres, massa dipinggir-pinggir rel sudah sangat penuh. Kerumunan massa ini membawa batu, tongkat kayu. Mereka bersiap untuk "menjemput" kereta Pasundan yang ditumpangi Bonek. Kereta saya melaju sangat pelan, sampai akhirnya ada suara lemparan batu mengenai atap kereta saya, lalu kereta berhenti seketika. Batu kedua datang, mengenai atap kereta lagi. Suasana pun menjadi sangat mencekam. Massa di luar kereta berteriak-teriak. Di dalam gerbong saya, ada ibu-ibu yang berteriak, lalu ada bayi yang menangis melengking. Sungguh, suasana sangat mencekam. Saya berdiri, memakai helm, kemudian melihat keadaan diluar kereta melalui jendela. Kereta berhenti sekitar 1 menit. Setelah massa mendapat penjelasan bahwa kereta ini tidak membawa penumpang Bonek, kereta dapat melenggang kembali. Massa di sekitar rel bersorak sambil mengacungkan tanda peace di tangan mereka. "damai, bolo dewe..."
Suasana kembali tenang, kereta sampai di Jebres, saya turun dari kereta.
..kalau mata dibalas mata, butalah dunia..
Seharusnya kita yang mengecam, mampu menunjukkan bahwa kita tidak bertindak seperti mereka.



26 komentar:
kemarin di setasiun palur saja juga seperti itu... seperti mau perang.. sangat mencekap...
tumben kowe cerdas ndro?(lmao)
suruh aja sini bonek ke palembang. kan mw lawan sriwijaya fc.. kami tunggu..
sadis tuh, emang keretanya enkongnya apa dilemparin pake batu, PTKA rugi ratusan juta tuh, trus ga kasian ama penumpang yang lain...
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya
makasih
Sejak saya remaja 20-an tahun lalu,cerita seperti ini sudah terdengar.
Setiap waktu selalu terulang, hal yg buruk ini.
Apa sesungguhnya yg mau dicari?
Terima kasih Mas Indro yg sudah berkunjung ke blog saya tadi.
Salam kenal,salam persahabatan,dan salam hangat selalu dari Flores.
Selamat sore sahabatku.
Saya berkunjung untuk berkenalan dan silaturahmi serta menyerap ilmu disini.
Saya juga ingin memperkenalkan blog yang baru soft opening yaitu Pensioner. (http://www.dreamscometruela.org)
Sebagai newbie mohon masukan,kritik dan saran dari para senior agar blog saya ini menarik dan bermanfaat
Terima kasih, salam hangat dari Surabaya.
selamat sore, mas...
waduh, sbg org surabaya saia jd malu dg ulah BONEK kali ini nih :D
ughhhh... keki banget liat bonek2 itu. beraninya rame2. coba satu2, kaing kaing deh pulang *keki banget.com*
endonesia mau jadi inggris kali iia dengan hooligans nya :(
fanatik sah-sah aja nggak ada yg larang kok, asal jangan ngerusak aja, salam damai dech :D
@all: Iya, saya cinta damai...haha.. Tugas kita untuk njaga perdamaian di Indonesia..
Jujur saya akui saya orang surabaya... dan saya Bonek Mania... tapi saya bukan termasuk Bonek yang suka kerusahan... ga semua bonek kaya gitu... tapi sekarang saya mengalami krisis keprcayaan ama BONEK... udah dikasih hukuman ga boleh ikut klo Persebaya tandang egh..maksa ttp ikut... parahnya lagi yang jadi korban kerusahan bonek itu teman dekatku, Prisca niken wartawati Indosiar yg sbenernya juga org SBY.... hikkss
@Indro: komentmu ning blogku koq ilang??
hai! kunjungan balik...
Ceritanya sama Seperti Para Fans Klub Sepakbola di Inggris, G bisa dihindari klo berhubungan dengn Massa yng Banyak, Fanatik, dan Sensitif!
Salam kenal sob!
damai lebih indah...opo mending bonek dibubarkan saja????
peace bro..
wah banyak korban salah sasaran ya..
heheehe..untung selamet
ngeri ya?terus penumpang boneknya naik kereta apa tu kang???
salam kenal....
selamat malam
salam hangat selalu
sangat disayangkan jika sampe terjadi tindakan anarkis dari komunitas yang fanatik...
bahasa kerenya sih mang yang waras ngalah aja lah
salam kenal dari orang surabaya
comment
@angger: wah, gak tau yaw..
@all: berdoa, untuk Indonesia yang lebih bisa menerima perbedaan...
salam hangat untuk semua
saya bonek loh.. hehe
ya nggak semua bonek seperti itu. berita di tv tuh ga semua benar (bela diri)..
salam damai n kenal
Salam kenal moga damai selalu.
TIDAK SEMUA BONEK BERTINDAK ANARKIS....
BUKTINYA BANYAK JUGA PARA SUPORTER YANG LAINNYA BERTINDAK ANARKIS... HANYA AJA DI TV GAK MAU TANYANGKAN, KLO MO TAU JATI DIRI BONEK SEBENARNYA GUA YAKIN PASTI LU SEMUA TAK AKAN BERPIKIR DEMIKIAN.....
Post a Comment
monggo silahkan menggonggong