Minggu kemarin saya mengikuti kegiatan Analisa Sosial (ansos) di Salatiga yang diadakan kampus saya. Kegiatannya menarik, mencoba menggugah kami para kaum muda untuk dapat peka dan mengerti masalah-masalah sosial yang ada, melihat lebih dalam sehingga mampu mencari akar dan mencoba membentuk penyelesaian. Memang terasa berat, bahkan baru sampai ke tahap penemuan masalah-masalah sosial saja saya sudah merasa berpikir terlalu berat. Sosial, yang dibahas adalah hubungan manusia dengan manusia, sedangkan manusia itu sendiri selalu berkembang. Sulit, tapi menarik.
Rangkaian ansos ini dimulai dengan live in selama 3 hari. Saya mendapat kesempatan live in di tempat "juragan" lele. Pengalaman bagus juga, saat saya tinggal di sana. Sosok juragan lele yang saya kira sudah berumur, berkeluarga, ternyata berbeda sekali. Dia sosok pemuda yang mandiri dan berprinsip. Rumahnya hanya rumah kayu kecil dengan satu ruangan saja (menjadi kamarnya), dan rumahnya berada di pinggir kolam-kolam lele-nya yang begitu luas. Di seberang rumah kayunya ada satu rumah kecil lagi (tapi dari batu-bata) untuk tinggal dua orang pegawainya. Kehidupan baginya sungguh mengalir dengan deras, dan ia ada di dalamnya. Mengalir saja menjalani hidup, tapi tidak pernah terperosok terhempas arus. Hidup yang dijalani penuh kebahagiaan dan rileks, tapi juga hidup yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Saya menemukan sosok orang yang terlihat kosong tapi sungguh berisi. Bukan orang yang terlalu merendah dalam candu kehidupan, bukan orang yang terbang bebas di atas kehidupan. Tapi memang tidak ada yang sempurna, bahkan orang yang saya kagumi ini pun juga memiliki kekurangan. Tapi itu tidak mengurangi rasa bangga saya. Hidup bersama juragan lele ini membuka wawasan dan sudut pandang saya. Uang dan kekayaan itu enak dinikmati saat kita merasakan cukup, bukan berlebih.
Setelah kembali dari live in, saya dan peserta ansos yang lain berkumpul lagi selama 3 hari. Kami mengadakan sharing, studi kasus, pemetaan masalah sosial, dan lain-lain. Kami dilatih untuk segera peka terhadap kenyataan hidup sebelum besok kami sudah turun dan terjun langsung sebagai pribadi mandiri di kehidupan. Masalah yang paling menarik untuk saya adalah tentang ketidakadilan. Ada persepsi yang berkata bahwa di dunia ini sedang terjadi ketidakadilan yang terorganisir dengan rapi. Ketidakadilan yang bahkan terkesan wajar dan normal. Tapi kata saya, ketidakadilan itu relatif. Bahkan dari awal kehidupan kita, ketidakadilan sungguh berasa relatif bagi saya. Orang terlahir kaya, terlahir miskin, terlahir pintar, terlahir cacat, terlahir terbelakang, sungguh relatif bagi saya. Dimana letak ketidakadilan jika pada akhirnya hidup itu ada di tangan kita. Hidup yang penuh pilihan, dan kita bebas lepas untuk menentukan pilihan.Bagaimana? Pilihan-pilihan kita bahkan tidak mampu adil untuk diri kita sendiri, sungguh relatif. Itu menurut saya. Tapi teman-teman saya dalam ansos juga memiliki pemikiran-pemikiran sendiri tentang masalah-masalah sosial yang ada, termasuk ketidakadilan.
Proses ansos belum selesai di sana, kami masih akan menyiapkan satu hari lagi untuk kembali berkumpul dan berdiskusi bersama kembali. Pengalaman menarik dapat ikut analisa sosial ini, pengalaman yang memberikan pembelajaran.
-think globally act locally-














3 February 2010 20:46
wah jadi kaya acara andai aku menjadi yang di tv-tv nih...
3 February 2010 21:07
makasih udah mampir ke blog saya.
follow ya..
4 February 2010 08:42
Sayang di kampus saya nggak ada program seperti itu, untungnya saya ikut UKM yang di diklat ada materi ansos,,, duh jadi kangen masa2 awal kuliah :)
salam kenal
4 February 2010 22:17
Jadi pengen ikutan deh...
Acara gituan dikampus gue sayangnya gak ada T.T
5 February 2010 11:52
Uang dan kekayaan itu enak dinikmati saat kita merasakan cukup, bukan berlebih...
betuullll banget tuhh....
5 February 2010 13:11
saya malah gak pernah ikud ukm hehehhe
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya
6 February 2010 16:25
nice sharing.. salam kenal ^^
8 February 2010 15:00
sip....good...
seru mesti y...bisa belajar banyak dari kehidupan orang lain...
waaaa...jd pengen...hihihi...
12 March 2010 08:40
Bakat menulisnya bagus sekali, mengalir. Teruslah menulis. Kalau membaca itu jendela dunia maka menulis adalah membagi 5 roti dan 2 ekor ikan.... selamat Indra
13 March 2010 12:20
emang pengalaman hebat kok teman2...
silahkan mencoba...merasakan bagaimana rasanya hidup dalam profil orang lain..
@Pak Martin : terimakasih pak sudah berkunjung di sini..
16 April 2010 11:12
Salam kenal ...tulisannya bagus banget
20 June 2010 11:37
dear indra, m,enarik tulisan mu yg mengalir dgn baik, saya tertarik dgn juragan lele tersebbut, apakah menuru anda bisa keita kembngkan sekolah juraga n lele ini...secara terstruktur..? anda coba lihat di javasidatschool.wordpress.com....terimakasih
gatot hp