Analisa Sosial, sebuah pembelajaran

Written By indrahuazumenggonggong On 03 February 2010

Minggu kemarin saya mengikuti kegiatan Analisa Sosial (ansos) di Salatiga yang diadakan kampus saya. Kegiatannya menarik, mencoba menggugah kami para kaum muda untuk dapat peka dan mengerti masalah-masalah sosial yang ada, melihat lebih dalam sehingga mampu mencari akar dan mencoba membentuk penyelesaian. Memang terasa berat, bahkan baru sampai ke tahap penemuan masalah-masalah sosial saja saya sudah merasa berpikir terlalu berat. Sosial, yang dibahas adalah hubungan manusia dengan manusia, sedangkan manusia itu sendiri selalu berkembang. Sulit, tapi menarik. 

Rangkaian ansos ini dimulai dengan live in selama 3 hari. Saya mendapat kesempatan live in di tempat "juragan" lele. Pengalaman bagus juga, saat saya tinggal di sana. Sosok juragan lele yang saya kira sudah berumur, berkeluarga, ternyata berbeda sekali. Dia sosok pemuda yang mandiri dan berprinsip. Rumahnya hanya rumah kayu kecil dengan satu ruangan saja (menjadi kamarnya), dan rumahnya berada di pinggir kolam-kolam lele-nya yang begitu luas. Di seberang rumah kayunya ada satu rumah kecil lagi (tapi dari batu-bata) untuk tinggal dua orang pegawainya. Kehidupan baginya sungguh mengalir dengan deras, dan ia ada di dalamnya. Mengalir saja menjalani hidup, tapi tidak pernah terperosok terhempas arus. Hidup yang dijalani penuh kebahagiaan dan rileks, tapi juga hidup yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Saya menemukan sosok orang yang terlihat kosong tapi sungguh berisi. Bukan orang yang terlalu merendah dalam candu kehidupan, bukan orang yang terbang bebas di atas kehidupan. Tapi memang tidak ada yang sempurna, bahkan orang yang saya kagumi ini pun juga memiliki kekurangan. Tapi itu tidak mengurangi rasa bangga saya. Hidup bersama juragan lele ini membuka wawasan dan sudut pandang saya. Uang dan kekayaan itu enak dinikmati saat kita merasakan cukup, bukan berlebih.

Setelah kembali dari live in, saya dan peserta ansos yang lain berkumpul lagi selama 3 hari. Kami mengadakan sharing, studi kasus, pemetaan masalah sosial, dan lain-lain. Kami dilatih untuk segera peka terhadap kenyataan hidup sebelum besok kami sudah turun dan terjun langsung sebagai pribadi mandiri di kehidupan. Masalah yang paling menarik untuk saya adalah tentang ketidakadilan. Ada persepsi yang berkata bahwa di dunia ini sedang terjadi ketidakadilan yang terorganisir dengan rapi. Ketidakadilan yang bahkan terkesan wajar dan normal. Tapi kata saya, ketidakadilan itu relatif. Bahkan dari awal kehidupan kita, ketidakadilan sungguh berasa relatif bagi saya. Orang terlahir kaya, terlahir miskin, terlahir pintar, terlahir cacat, terlahir terbelakang, sungguh relatif bagi saya. Dimana letak ketidakadilan jika pada akhirnya hidup itu ada di tangan kita. Hidup yang penuh pilihan, dan kita bebas lepas untuk menentukan pilihan.Bagaimana? Pilihan-pilihan kita bahkan tidak mampu adil untuk diri kita sendiri, sungguh relatif. Itu menurut saya. Tapi teman-teman saya dalam ansos juga memiliki pemikiran-pemikiran sendiri tentang masalah-masalah sosial yang ada, termasuk ketidakadilan. 

Proses ansos belum selesai di sana, kami masih akan menyiapkan satu hari lagi untuk kembali berkumpul dan berdiskusi bersama kembali. Pengalaman menarik dapat ikut analisa sosial ini, pengalaman yang memberikan pembelajaran.



-think globally act locally-

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Reddit
  • Technorati
  • IndianPad
  • YahooMyWeb

12 Comments

Leave a Reply

monggo silahkan menggonggong