13 March 2011

mimpi musician

Di hampir semua halaman profile atau about milik saya selalu ada kata-kata "pernah bermimpi menjadi seorang musician". Nah, kali ini saya ingin kilas balik sembari bercerita tentang pengalaman saya bermusik. Pengalaman-pengalaman ini yang membawa saya pernah ingin menjadi seorang musisi.

Dulu jaman saya kecil saya memang tidak mengenal musik. Bisa dibilang saya terlambat untuk mempelajari musik. Dan saat sudah remaja, kadang saya iri dengan beberapa teman saya yang mempunyai kesempatan sejak dini untuk belajar musik secara serius. Saat SD saya hanya mengenal seruling, harmonika dan pianika. Itupun pasti juga dialami semua anak jaman itu. Karena mata pelajaran kesenian menuntut murid SD saat itu untuk setidaknya "pernah" memainkan alat-alat musik itu. Untuk anak-anak yang sudah les piano atau gitar sejak kecil, memegang harmonika, seruling dan pianika pasti pengalaman yang sangat wajar dan biasa. Tapi untuk saya, itu pengalaman bermusik saya yang pertama. Dan saya juga menyesal, dulu saat TK tidak ikut kegiatan marching band. Padahal marching band sangat cocok untuk pengalaman bermusik awal anak TK / SD.
Saat kelas 2 SMP, di kelas saya ada murid baru. Dan kebetulan murid baru itu suka bermusik juga, dia seorang drummer. Dan kebetulan, sejak awal SMP saya sudah mulai belajar bermain gitar. Dan saya pun akhirnya memberanikan untuk mengajak dia membentuk sebuah group band. Waktu itu, group band saya beranggotakan 5 orang. Nama groupnya WTF. Tapi ternyata orang-orang yang saya ajak untuk bermain band tidak sepenuhnya interest bermusik, hingga akhirnya saya sering gonta-ganti personil kecuali drummer saya. Dan akhirnya saya mempunya formasi yang cukup kuat dengan tiga orang, saya di gitar, satu teman di bass, dan satu teman saya di drum. Dan selama dua tahun saya bermusik, manggung di beberapa acara2 sekolah, saya selalu meng-hire orang untuk menjadi vokalis di band saya..hahaha. Hingga akhirnya di penghujung SMP, saat malam perpisahan, band saya berani tampil di depan umum hanya dengan formasi 3 orang tanpa vokalis tambahan. Dan saya, memberanikan diri untuk menjadi seorang vokalis..haha.. Masih terngiang, saat saya berteriak2 menyanyikan hujan tanpa awan...
Beranjak ke fase SMA. Saya memilih untuk bersekolah asrama di daerah Magelang. Di sana, saya mendapat kesempatan untuk belajar musik lebih serius lagi. Saya belajar musik serius seperti musik klasik. Biola, satu alat musik yang saya tekuni di sana. Memang saya bukan yang terhebat dalam memainkan biola, tapi saya cukup mampulah..haha. Dan sungguh beruntung, saya bisa masuk Orkes sekolah saya. CSSO / Canisii Seminarium Symphony Orcestra, adalah salah satu pengalaman bermusik saya yang cukup kurindukan sekarang. Di orkes, saya memainkan violin/ biola di violin 2. Dan pengalaman yang cukup mengesankan adalah saat konser di Bogor dan sekitarnya. Di SMA ini, saya juga bermain band. Tapi, saya lupa apa nama bandnya...haha.. Seingat saya, nama band nya menggunakan bahasa Jepang, karena waktu itu kami memainkan lagu-lagu jepang. Sungguh, waktu-waktu itu saya mengalami pengalaman bermusik yang sangat beragam...dari gamelan, band, hingga orkestra. 
Setelah tahun ketiga, saya memutuskan untuk pindah SMA di Solo. Dan di sini saya mengalami kebuntuan bermusik. Entah kenapa, saya menjadi tidak termotivasi untuk bermain musik. Dan akhirnya saya memutuskan untuk sedikit menyemangati minat musik saya. Saya pun les organ di YMI Solo. Sekitar satu tahun saya les, mulai mendapat sedikit pengantar dan pengetahuan tentang bermain organ, dan akhirnya saya pun putus les. Putus les bukan karena tidak cocok, tapi ternyata jari-jari ini sudah terlalu kaku untuk bisa menari lincah di atas tuts-tuts organ.
Memasuki fase kuliah, saya bertemu dengan teman saya jaman SD, kemudian saya diajak bergabung di orkes keroncongnya. Namanya, Keroncong Senar Pedhot. Saya bermain biola di group ini. Lumayan berkembang..leadernya punya skill musik yang menarik, dia mengaransemen lagu-lagu sendiri. Dan beberapa job mulai berdatangan. Kebanyakan, job untuk mengiringi pernikahan. Tapi, seiring dengan kesibukan2 kuliah saya, saya pun mengundurkan diri dari group ini. 
Di kampus, hasrat bermusik saya juga menggelora. Saya punya satu group band bernama "huazu" dan satu group musik bernama "Orkes Sakit Hati". Dan semua group musik itu kandas seiring kelulusan saya.


Dan sampai hari ini, berbekal kemampuan musik terbatas, saya tetap merasa pernah bermimpi untuk menjadi seorang musisi..

5 komentar:

s. said...

http://sheheartsgreen.tumblr.com/

niTha iRas said...

.hummm, ni mas juga ada kenangan gitu nuk wktu kecil :D

Anonymous said...

Ndra realisasi untk menjadi musisi masih bisa disalurkan dengan ikut atau mendirikan kelompok muasik sendiri. mimpi itu sangat tergantung pada kemauan kita. yo to teruskan... itu menyemangati dinamika hidup...

fizer0 said...

hampir sama dengan cerita saya, meskipun ayah saya dulu seorang pemusik, saya baru interest dg musik kelas 2 smp, itu pun krn dipaksa temen...
Setelah itu malah saya jadi selalu bermimpi mjd musisi....:D

mimpi kita said...

kya ny saya pernah liat tuch band orkes sakit hati

Post a Comment

monggo silahkan menggonggong