Dari sejak kecil saja, setiap orang pasti sudah ditodong berbagai pertanyaan
"Apa cita-citamu?"
"Besok besar mau jadi apa?"
dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lain terkait masa depan yang masih masuk kategori "impian" sebenarnya. Dan tentu, hal itu pasti memberi pengaruh besar dalam paradigma kita bahwa manusia diciptakan, dilahirkan, diwajibkan untuk mempunyai mimpi.
Dan begitu pula saya, sejak kecil, remaja, muda, masih selalu mempunyai mimpi-mimpi yang walau kadang tidak pernah konsisten, tapi selalu ada dan selalu berkembang setiap waktunya. Dan biasanya, semakin kita beranjak dewasa, impian kita justru semakin mengecil/ merendah. Haha..mungkin karena begitu kita dewasa, kita baru mulai menyadari kemampuan dan keterbatasan kita. Kita baru menyadari bahwa tidak hanya kita yang mempunyai mimpi setinggi langit, everybody have a dream. Tidak hanya itu, kehidupan sosial kita, siapa pendamping hidup kita, dan bagaimana kita nanti mau menjalani hidup juga berpengaruh terhadap impian kita. Bahwa ternyata kita memilih hidup sendiri, atau ternyata kita memilih atau mungkin "terpaksa" memilih salah satu disiplin ilmu, sungguh berpengaruh pada perkembangan impian kita. Satu lagi, kondisi ekonomi memberi pengaruh besar untuk hidup mengayuh mimpi. Dan saya selalu salut, untuk orang-orang yang berani menjual segala kenikmatan duniawi demi impiannya. Ya, kadang impian kita tidak sejalan dengan keadaan dunia. Kadang impian kita, tidak mampu memberi tempat bagi kita di dunia, parahnya kadang impian kita tak mampu menghidupi kita.
Saya pernah bermimpi, menjadi seorang Sekjend PBB, menjadi seorang Imam, menjadi seorang musisi, dan tak sekalipun saya pernah bermimpi hidup menjadi engineer ataupun marketing yang saat ini saya jalani. Dan ternyata, impian saya juga berkembang, berubah sesuai keadaan saya saat ini. Unik sebenarnya menggali jauh tentang impian. Sangat luas dan sangat memberi inspirasi. Tetapi sayang, tak pernah ada impian yang tak sulit untuk dijalani dan dicapai. Jangan pernah ragu merubah mimpimu, demi siapapun yang kamu cintai. Mengorbankan diri demi impian memang sangat mempesona, tapi mengorbankan diri dan impian demi orang yang kita cintai itu mulia. Isn't it?




1 komentar:
"Mengorbankan diri demi impian memang sangat mempesona, tapi mengorbankan diri dan impian demi orang yang kita cintai itu mulia".
kata-katanya nyentuh banget gan..
artikelnya bikinsaya kagum, mantap deh gan..
memotivasi banget
Post a Comment
monggo silahkan menggonggong